Sebuah proyektil melintasi langit di atas kota Nablus, Tepi Barat, 27 Maret 2026. Militer Israel melaporkan bahwa mereka telah mendeteksi rudal yang diluncurkan dari Iran menuju Israel, beberapa di antaranya menghantam Israel tengah.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Markas besar militer Iran pada Rabu (10/6/2026) meluncurkan serangan rudal dan drone ke pangkalan-pangkalan Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah sebagai balasan atas serangan Pusat Komando AS (CENTCOM) terhadap wilayah di selatan Iran. Dalam sebuah pernyataan Khatam al-Anbiya dikutip Anadolu, AS melancarkan serangan ilegal terhadap wilayah di Jask, Sirik dan Qeshm di selatan Iran.
Khatam al-Anbiya mengingatkan, bahwa serangan "lebih berat dan lebih luas" akan dilancarkan jika AS melanjutkan agresinya terhadap Iran. Pernyataan Khatam al-Anbiya dirilis usai laporan media Iran menyebutkan ledakan dan serakan proyektil di selatan Provinsi Hormozgan, sementara kanal televisi negara melaporkan situasi segera "mendekati tenang" tak lama setelah serangan AS.
Dilaporkan Mehr News, Angkata Bersenjata Iran menargetkan pangkalan AS dan sistem radar di Bahrain. Bahrain adalah tuan rumah dari Pangkalan Angkatan Laut Kelima AS, yang merupakan pangkalan kunci bagi Angkatan Laut AS untuk menggelar operasi di Teluk Persia.
Adapun menurut laporan Australian Associated Press, serangan balasan Iran menjangkau Bahrain, Kuwait, hingga Yordania. Menurut laporan, sirine peringatan terdengar di Kuwait dan Bahrain, sementara Yordania mengeklaim menembak jatuh lima rudak Iran yang menargetkan pangkalan AS.
CENTCOM pada Rabu mengumumkan rampungnya operasi apa yang mereka gambarkan sebagai serangan "membela diri" terhadap Iran. CENTCOM menyatakan serangan terhadap sistem pertahanan dan radar di dekat Selat Hormuz pada Rabu sebagai respons atas jatuhnya helikopter Apache milik AS dalam insiden sebelumnya.

3 hours ago
3

















































