Roadshow ANTARIKSA Sasar Pelajar DIY, Kampanyekan Bahaya Judi Online di Dua Sekolah

5 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA - Ajang Kreativitas Komunikasi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (ANTARIKSA) menggelar roadshow edukasi terkait bahaya judi online di dua sekolah, yakni SMA Negeri 1 Sedayu dan SMK Negeri 2 Gedangsari, Gunungkidul. Kegiatan ini menyasar pelajar sebagai upaya preventif menghadapi maraknya praktik judi online di kalangan remaja.

Dalam kegiatan Roadshow ANTARIKSA di SMA Negeri 1 Sedayu Rabu (29/4/2026), sebanyak 52 siswa mengikuti rangkaian acara yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan pemahaman terkait risiko judi online. Kegiatan dibuka dengan sambutan Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Sedayu, Suwarsono, yang menegaskan sikap sekolah terhadap praktik tersebut.

"Kalau dari saya pribadi judol itu dilarang. Kalau dari sekolah tentu tidak dibenarkan," ujarnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan pretest untuk mengukur pemahaman awal siswa, serta kampanye interaktif melalui pembagian sweetcard berisi animasi edukasi dan QR petisi penolakan judi online. Materi kemudian disampaikan oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, mencakup pengertian judi online, faktor penyebab, hingga dampak sosial, ekonomi, dan psikologisnya. Antusiasme siswa terlihat dalam sesi diskusi. Salah satu peserta, Fadil, menyampaikan kesannya terhadap kegiatan tersebut.

"Menurut saya ini sangat mengedukasi untuk kita semua sebagai pelajar agar tidak terjerumus ke judi online," kata Fadil.

Suasana kegiatan semakin interaktif dengan ice breaking dan permainan edukatif, sebelum ditutup dengan pembacaan pernyataan sikap menolak judi online yang dipimpin Pembina OSIS, Risdiyanto. Edukasi serupa juga digelar di SMK Negeri 2 Gedangsari, Selasa (28/4/2026) dengan tema “Stop Clicking Start Living”. Program ini menekankan pemahaman tentang modus iklan judi online yang kian sulit dikenali, termasuk yang berkamuflase sebagai konten hiburan atau promo berhadiah di media sosial.

Salah satu peserta, Daffa Aji Maulana, mengungkapkan paparan konten judi online kerap ia temui dalam keseharian digitalnya. Ia menilai jenis iklan terselubung justru paling berbahaya.

"Iklan yang biasa, Kak, yang justru lebih berbahaya. Kalau orang-orang yang belum tahu atau belum paham bisa terjerumus. Beda dengan iklan yang sudah jelas-jelas itu judi online orang langsung waspada," kata Daffa.

Ia juga membagikan langkah antisipasi yang kini ia pahami. "Kalau ada tautan dari orang tidak dikenal, yang pertama saya blokir dulu, lalu hapus nomor atau sumbernya supaya tidak semakin tersebar," ujarnya.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |