KULIT tubuh sama pentingnya dengan kulit wajah. Gangguan pada skin barrier kulit tubuh juga dapat memicu beragam masalah kesehatan kulit. Mulai dari kulit kering, gatal, kemerahan, hingga eksim.
Selama ini tren perawatan kulit lebih banyak fokus pada wajah. Padahal kulit, organ terluar dari tubuh, dari kepala hingga kaki, juga membutuhkan perawatan yang sama dengan wajah. Dokter kulit Windy Keumala Budianti menjelaskan, skin barrier merupakan lapisan terluar kulit yang berfungsi sebagai benteng atau pelindung dari paparan dari luar. Termasuk menghambat pelepasan cairan yang berlebihan sehingga kulit terhidrasi dengan baik
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Faktor lingkungan seperti paparan sinar UV, suhu yang terlalu lembap atau terlalu dingin, polusi, bakteri, virus, jamur dan lainya dapar merusak skin barrier. "Sayangnya perhatian kita hanya pada wajah, tidak pada area tubuh yang lain," ujarnya saat peluncuran Vaseline Proderma, di Jakarta, Selasa, 26 Mei 2026.
Windy menjelaskan jika skin barrier rusak dapat menimbulkan masalah kulit, seperti kulit kering, bersisik, gatal, kulit kusam, kemerahan, hingga mengalami iritasi. Selain itu, alergen juga lebih mudah masuk sehingga memicu peradangan. "Skin barrier yang rusak berkepanjangan bisa berkembang menjadi peradangan hingga menyebabkan jerawat, eksim hingga rosacea," ujarnya.
Menurut Windy, iklim tropis di Indonesia dengan kelembapan tinggi, menjadi tantangan tersendiri untuk menjaga skin barrier. Kecenderungan memakai pakaian tertutup untuk menghindari paparan sinar matahari, ternyata juga berpotensi merusak skin barrier. "Kalau jenis pakaiannya tidak tepat, kulit menjadi lebih lembap, sering berkeringat dan memicu rasa gatal," kata pendiri Founder Immuno Derma Clinic.
Selain itu, orang yang sering merasa gatal saat berkeringat juga bisa menjadi tanda adanya gangguan skin barrier. Bahkan dapat berkaitan dengan eksim. Windy mengatakan langkah pertama untuk menjaga skin barrier adalah mengenali kondisi kulit masing-masing sebelum memilih pelembap yang dapat digunakan.
"Orang suka abai memakai pelembap, padahal itu sebenarnya langkah penting dalam penanganan berbagai penyakit dengan gangguan kulit," kata Windy yang juga Kepala Departemen Dermatologi & Venereologi FKUI-RSCM.
Ia juga mengingatkan agar tidak sembarangan melakukan self-diagnosis. Jika merasa ada masalah kulit yang mengganggu sebaiknya konsultasi dengan dokter kulit. Gangguan skin barrier tidak hanya berdampak pada kesehatan kulit. tapi juga dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang. "Karena itu menjaga fungsi skin barrier harus menjadi bagian dari perawatan diri sehari-hari," ujar Windy.


















































