MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis penerimaan negara yang tahun ini ditargetkan Rp 3.153,6 triliun akan tercapai. Ia mengklaim sederet perbaikan dari sisi bea dan cukai serta pajak, termasuk Coretax, mempu mendongkrak pendapatan di 2026.
Sebelumnya, kata Purbaya, sistem Coretax banyak diprotes oleh wajib pajak. “Sekarang juga masih ada protes, tapi kan udah sedikit. Tapi kinerja Cortax bisa meningkatkan pendapatan dari pajak yang kurang cukup signifikan,” kata dia seusai salat Idul Adha di Masjid kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Rabu, 27 Mei 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Menurut Purbaya, keberadaan sistem yang dikembangkan Kementerian Keuangan itu membuat semua penerimaan pajak dihitung hampir otomatis, sehingga wajib pajak sulit mengelak dari kewajiban pembayarannya. “Itu yang membuat pendapatan dari Cortax meningkat dibanding tahun sebelumnya cukup signifikan,” ujarnya lagi.
Bendahara Negara itu juga meyakini target penerimaan negara bakal tercapai imbas restrukturisasi yang dilakukan di sektor pajak dan bea dan cukai. Pemerintah bakal terus menggunakan teknologi yang ada untuk meningkatkan pendapatan.
Kementerian Keuangan juga akan mengoptimalkan penggunaan akal imitasi (AI) untuk mengerek penerimaan di direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. “Jadi, kelihatannya target tahun ini akan baik,” ucapnya.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan hingga April 2026, pendapatan negara berhasil menembus angka Rp 918,4 triliun, atau tumbuh 13 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan penerimaan ditopang oleh kinerja penerimaan pajak tumbuh 16,1 persen didukung Pajak Penghasilan (PPh) Orang Pribadi yang naik 25 persen, PPh 21 atau pajak gaji karyawan yang tumbuh 21 persen, serta pajak pertambahan nilai (PPN) dan PPN-BM yang melonjak hingga 40 persen.
APBN 2026 dirancang denga target pendapatan negara Rp 3.153,6 triliun dan belanja negara Rp 3.842,7 triliun. Dengan demikian defisit anggaran ditetapkan sebesar Rp 689,1 triliun atau 2,68 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
















































