Prabowo Ungkap Pernah Blokir Upaya Penjualan BUMN Pertahanan ke Asing

3 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK BARAT – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan dirinya pernah memblokir upaya di balik layar untuk menjual BUMN pertahanan strategis Indonesia kepada pembeli asing. Upaya penjualan tersebut disebut menggunakan dalih buruknya profitabilitas perusahaan-perusahaan pelat merah itu.

Dalam pidatonya saat meresmikan Bendungan Meninting di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7), Prabowo dengan tegas membela perusahaan pertahanan negara yang diklaimnya sempat diabaikan secara sistematis dan disiapkan untuk dilikuidasi.

"Ada begitu banyak perusahaan yang sepertinya mau dijual ke asing, saya larang!" tegas Presiden Prabowo.

Ia merinci beberapa perusahaan strategis yang menjadi target. "Dulu, industri pertahanan mau dijual. PT PAL mau dijual, PT Pindad mau dijual, PT DI dimatikan dan mau dijual. Akan kita hidupkan! Sekarang, kita akan hidupkan semua perusahaan ini," tambahnya.

Kebangkitan BUMN Pertahanan di Bawah Holding Defend ID

Presiden Prabowo, yang mengelola portofolio pertahanan nasional sejak menjabat sebagai Menteri Pertahanan dari 2019 hingga 2024 di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo, mengumumkan bahwa perusahaan pertahanan negara yang awalnya ditargetkan untuk dilikuidasi kini tumbuh dengan pesat.

Ia menunjuk pada pencapaian internasional besar yang diraih oleh perusahaan pertahanan dalam negeri, yang kini telah dikonsolidasikan di bawah perusahaan induk (holding) Defend ID sejak tahun 2022.

Salah satunya adalah produsen sistem darat dan senjata, PT Pindad, yang dikabarkan telah mengamankan kontrak besar dengan Kerajaan Arab Saudi. Menurut Presiden, PT Pindad akan memproduksi senapan dan senapan mesin untuk militer Arab Saudi. "Senjata kita teruji," ujarnya.

Selain itu, perusahaan galangan kapal negara PT PAL Indonesia telah berevolusi dari memproduksi kapal rumah sakit menjadi membangun kapal tempur dan kapal selam yang sangat canggih. Galangan kapal negara yang berbasis di Surabaya ini sebelumnya sukses membangun kapal selam KRI Alugoro-405 melalui operasi gabungan dengan Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME) dari Korea Selatan.

Ke depannya, PT PAL telah resmi memasuki tahap fabrikasi fisik untuk dua kapal selam kelas Scorpene canggih yang dipesan oleh pemerintah Indonesia melalui kemitraan dengan Naval Group dari Prancis. Kedua entitas tersebut memulai tahap pemotongan baja pertama pada Juli ini, dengan kedua kapal selam canggih itu dijadwalkan akan dibangun sepenuhnya di fasilitas PT PAL di Surabaya.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |