Cegah Pemadaman, Pemerintah Setujui Tambahan Kuota Batu Bara Khusus PLN

3 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Pemerintah Indonesia telah menyetujui tambahan kuota produksi batu bara yang dialokasikan secara eksklusif untuk PT PLN (Persero). Langkah ini diambil untuk mengamankan pasokan bahan bakar bagi pembangkit listrik dan mengurangi risiko kekurangan listrik atau pemadaman.

Kebijakan tersebut diumumkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara, Tri Winarno, menegaskan bahwa tambahan kuota ini hanya diperuntukkan bagi PLN. "Tambahan kuota batu bara ini dialokasikan semata-mata untuk PLN," ujarnya pada Jumat.

Tri menjelaskan, pemerintah tengah bekerja keras untuk menjaga stabilitas pasokan batu bara domestik. Pihaknya berupaya menghindari kebijakan pembatasan produksi yang berpotensi mengganggu pasokan bahan bakar pembangkit listrik, namun di saat yang sama mencegah kelebihan pasokan yang dapat membanjiri pasar ekspor.

"Kita harus memenuhi permintaan domestik sambil memastikan tidak ada kelebihan pasokan (oversupply)," tegasnya. Untuk mendukung perencanaan pasokan, Tri mendorong perusahaan tambang yang memenuhi syarat untuk segera mengajukan revisi dokumen Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) sebelum batas waktu 31 Juli.

Strategi PLN Amankan Pasokan

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa perseroan terus memperkuat sistem kelistrikan Indonesia, khususnya di Pulau Jawa, untuk mengurangi risiko pemadaman di masa depan. Sebagai langkah jangka pendek, PLN telah mengamankan pasokan batu bara tambahan dengan nilai kalori di atas 4.500 kilokalori per kilogram.

Darmawan merinci, PLN memperkirakan akan menerima tambahan pasokan sebesar 1,8 juta metrik ton batu bara pada bulan Juli, dan tambahan 3 juta metrik ton lagi untuk periode Agustus hingga Desember.

Tidak hanya mengamankan pasokan, PLN juga melakukan modifikasi pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) agar mampu beroperasi menggunakan batu bara berkalori lebih rendah. Strategi ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar bermutu tinggi dan memperkuat keamanan pasokan jangka panjang.

Darmawan mencontohkan efektivitas strategi ini pada peningkatan di unit pembangkit Suralaya 6 dan 7. Kedua unit tersebut kini dapat beroperasi menggunakan batu bara dengan nilai kalori sekitar 4.100-4.300 kilokalori per kilogram, jauh lebih rendah dari kebutuhan awal yang mencapai 4.600-4.800 kilokalori per kilogram.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |