Argentina vs Swiss: Misi Meredam Lionel Messi

2 hours ago 2

ARGENTINA akan menghadapi Swiss pada babak perempat final Piala Dunia 2026 di Arrowhead Stadium, Kansas City, pada Minggu, 12 Juli 2026, pukul 08.00 WIB. Juara bertahan itu berupaya menjaga asa mempertahankan gelar yang mereka raih pada Piala Dunia 2022 di Qatar.

Dengan hanya delapan tim yang tersisa, Piala Dunia 2026 memasuki fase paling menentukan. Setiap pertandingan akan menjadi penentu langkah menuju semifinal.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Argentina datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah bangkit mengalahkan Mesir 3-2 pada babak 16 besar. Kemenangan itu diraih secara dramatis melalui gol pada masa injury time. "Kami kembali sangat menderita, tetapi beginilah Piala Dunia. Setiap pertandingan berjalan seperti ini. Kelompok ini tidak pernah menyerah dan terus berusaha sampai akhir," ucap kapten Argentina Lionel Messi seperti dikutip dari ESPN.

Federasi Sepak Bola Argentina menilai Swiss juga datang dengan modal yang tidak kalah baik setelah menyingkirkan Kolombia melalui adu penalti. "Swiss datang dengan penuh percaya diri setelah menyingkirkan Kolombia, sementara Argentina akan berusaha memperpanjang perjalanan mereka setelah kemenangan comeback bersejarah melawan Mesir," demikian keterangan Federasi Sepak Bola Argentina.

Bagi Swiss, keberhasilan menembus perempat final menjadi pencapaian bersejarah. Tim asuhan Murat Yakin mencapai babak delapan besar Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam 72 tahun.

Kapten Swiss Granit Xhaka mengatakan timnya menghormati kualitas Argentina, terutama Messi, tetapi tetap yakin mampu memberikan perlawanan. "Kami pernah menghadapi dia saat kalah pada 2014 di Brasil. Kami tahu kualitas yang dia miliki, begitu juga kualitas seluruh tim Argentina," kata gelandang berusia 33 tahun itu. Dari pertemuan kedua tim pada Piala Dunia 2014, hanya tiga pemain yang masih bertahan hingga kini, yakni Messi, Xhaka, dan bek Ricardo Rodriguez.

Rodriguez juga mengakui kekuatan Argentina. "Mereka memiliki pemain-pemain yang sangat kuat dan pelatih yang bagus. Kami tahu bagaimana cara mereka bermain," ujar pemain berusia 33 tahun itu. "Dan mereka memiliki yang terbaik, Messi."

Meski dikenal sebagai tim dengan pertahanan disiplin, Swiss kini memiliki variasi permainan yang lebih baik. Mereka berharap gelandang Johan Manzambi pulih dari cedera lutut agar dapat memperkuat lini tengah saat menghadapi Argentina.

Pelatih Murat Yakin menilai performa Argentina saat menghadapi Tanjung Verde dan Mesir menunjukkan masih ada kelemahan yang dapat dimanfaatkan. "Kami akan menghadapi juara bertahan, dan itu merupakan kesempatan yang sangat istimewa. Namun, pada saat yang sama kami menyadari bahwa Argentina bukan tim yang tak terkalahkan," kata Yakin. "Saya pikir pertandingan ini akan sangat menarik dari sudut pandang taktik."

Sementara itu, pelatih Argentina Lionel Scaloni memperkirakan laga melawan Swiss akan berlangsung sama sulitnya seperti pertandingan sebelumnya. Ia diprediksi tetap mempertahankan sebagian besar susunan pemain yang mengalahkan Mesir.

Menurut Scaloni, Swiss merupakan tim yang memiliki tradisi kuat di Piala Dunia dan dihuni banyak pemain berkualitas. Sebelumnya, Scaloni memuji mental para pemain Argentina setelah bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk mengalahkan Mesir. "Taktik dan strategi itu penting, tetapi tanpa apa yang kami miliki, kami pasti sudah kalah hari ini," kata Scaloni, seperti dikutip AS Daily.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |