Ketua Harian PP Masyarakat Ekonomi Syariah Ferry Juliantono memberikan sambutan dalam acara Sharia Economic Leaders Forum (SELF) 2026 di Jakarta, Ahad (24/5/2026). Acara yang turut dirangkaikan dengan pelantikan dan rapat kerja Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) periode 1447–1452 H tersebut menjadi wadah kolaborasi para pemangku kepentingan dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sharia Economic Leaders Forum (SELF) 2026 yang diselenggarakan Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) pada Ahad (24/5/2026) menjadi ruang strategis untuk membahas arah penguatan ekosistem ekonomi syariah Indonesia ke depan. Kegiatan yang dirangkaikan dengan pelantikan dan Rapat Kerja Nasional PP MES periode 2026-2031 itu mengusung tema “Syariah Ekonomi Beyond Finance: Orkestrasi Kepemimpinan Daerah dan Industri Halal untuk Akselerasi Ekosistem Ekonomi Syariah Indonesia.”
Menteri Koperasi Republik Indonesia yang juga Ketua Harian PP MES Ferry Juliantono menekankan pentingnya sinergi antarpemangku kepentingan agar Indonesia mampu menjadi produsen halal dunia dan tidak sekadar menjadi pasar konsumen.
“Terdapat urgensi pergerakan ekonomi syariah untuk masuk lebih dalam ke sektor riil dan bertransformasi menjadi aksi yang konkret di lapangan,” jelasnya.
Menurutnya, ekonomi syariah tidak boleh berhenti pada sektor keuangan, tetapi harus hadir dalam bentuk ekosistem utuh yang menyentuh sektor produksi, perdagangan, industri halal, UMKM, hingga koperasi.
“Kehadiran koperasi pondok pesantren dan koperasi masjid akan menjadi instrumen penting dalam percepatan ekonomi umat guna melahirkan lebih banyak pengusaha Muslim di berbagai daerah,” tuturnya.
Sesi diskusi SELF 2026 yang dipandu Wakil Ketua Dewan Pakar PP MES Euis Amalia menghadirkan tiga narasumber utama, yakni Direktur Eksekutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) K.H. Sholahudin Al Aiyub yang menekankan perlunya kemandirian bahan baku halal untuk menekan impor.
Dari sisi pemerintahan daerah, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil E. Dardak memaparkan keberhasilan inisiatif “Pesantrenpreneur” dan Kawasan Industri Halal di Jawa Timur.
Sementara itu, Founder dan CEO Toko Daging Nusantara Diana Dewi mendorong sertifikasi halal terintegrasi dan penguatan ekspor melalui wadah koperasi. Forum ini menyimpulkan akselerasi ekonomi syariah membutuhkan penyederhanaan regulasi perizinan, kemudahan permodalan, serta komitmen kuat dari pemerintah daerah.

7 hours ago
4















































