PGE, UGM dan Agrotekno Produksi Pupuk Ramah Lingkungan

3 hours ago 2

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) bekerja sama dengan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada dan PT Agrotekno Estetika Laboratoris mengembangkan booster pertanian ramah lingkungan berbasis panas bumi. “Ke depan, bisnis panas bumi tidak hanya berfokus pada listrik, tetapi beyond electricity yang berkontribusi di berbagai sektor, termasuk pertanian,” kata Direktur Operasi PGE Andi Joko Nugroho, dalam keterangan tertulis pada Sabtu, 25 April 2026.

Kerja sama ini tercapai melalui penandatanganan joint study development (JSDA) project Beyond-Katrili. Inisiatif ini juga menjadikan Katrili sebagai solusi atas tantangan dan kebutuhan peningkatan produktivitas pertanian, khususnya di wilayah sekitar operasional panas bumi seperti Sulawesi Utara. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Melalui Project Katrili, ketiga pihak mengintegrasikan riset energi panas bumi dengan teknologi pertanian untuk menghasilkan booster pertanian berbasis silika geotermal. Booster tersebut mampu meningkatkan kualitas tanah, memperkuat daya tahan tanaman, dan mendorong peningkatan hasil panen secara berkelanjutan.

Direktur Operasi PGE Andi Joko Nugroho berharap proyek Beyond-Katrili dapat menjadi bagian dari strategi besar perusahaan, baik untuk meningkatkan produktivitas pertanian maupun memperluas pemanfaatan energi panas bumi. “Upaya ini akan terus diperkuat melalui kolaborasi dan riset berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat,” kata dia.

Katrili mengandung silika dan kitosan yang dikembangkan dari pemanfaatan limbah kulit udang dan kepiting yang melimpah di Indonesia. Selain membantu mengurangi limbah, kandungan kitosan dalam Katrili berfungsi melindungi tanaman dan meningkatkan kualitas pertumbuhan. 

Penggunaannya dilakukan dengan mencampurkan air dan disiramkan langsung ke tanah, dengan takaran yang disesuaikan dengan karakteristik tanah dan jenis komoditas. 

Saat ini, Katrili telah diaplikasikan pada berbagai komoditas, seperti tomat varietas Gustavi, kacang batik, bawang merah, dan padi.

Dekan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada Selo menekankan perguruan tinggi berperan penting dalam menjembatani riset dan implementasi teknologi di masyarakat. Oleh karena itu, Selo mengatakan pengembangan Katrili menjadi contoh konkret integrasi energi dan pangan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan energi baru terbarukan di tengah dinamika global.

Sementara itu, CEO PT Agrotekno Estetika Laboratoris Alexander H. Soeriyadi melihat potensi besar kandungan silika dalam meningkatkan daya tahan tanaman dan kualitas hasil panen. 

Adapun salah satu anggota tim peneliti FT UGM, Pri Utami memastikan inovasi ini berbasis pendekatan ilmiah lintas disiplin, menggabungkan geologi, farmasi, dan pertanian untuk menghasilkan solusi yang aplikatif dan berkelanjutan.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |