REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ekspresi wajah Moh Reza Pahlevi Isfahani sedikit terkejut ketika Republika memberitahunya tentang salah satu perubahan kecil, tapi berdampak besar, yang dibuat panitia pelaksana Polytron Indonesia Open 2026.
Kini, selama penyelenggaraan turnamen bulu tangkis akbar pada 2-7 Juni di Jakarta itu, siapa pun memiliki kesempatan berfoto bersama, meminta tanda tangan, atau sekadar menyapa pemain idolanya di koridor sisi barat Istora Senayan. Mereka tidak harus membeli tiket pertandingan terlebih dahulu untuk merasakan pengalaman tersebut.
"Oh, ya? Itu bagus," kata Reza, pasangan Sabar Karyaman Gutama di sektor ganda putra, usai memastikan langkah ke perempat final, Kamis (4/6/2026).
Dalam beberapa tahun terakhir, hanya pemegang tiket pertandingan yang dapat mengakses area koridor dan selasar Istora, tempat para pebulu tangkis dunia berlalu lalang. Akan tetapi, ruang gerak penggemar kala itu pun sangat terbatas. Banyak area terbatas untuk publik demi menjaga kenyamanan dan privasi atlet.
Namun, tahun ini suasananya berbeda. Panitia pelaksana turnamen membuka ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk bisa mendekat dengan para atlet. Dari lapangan menuju ruang konferensi pers, atlet kini melewati jalur khusus sepanjang sekitar 65 meter di sisi barat Istora. Jalur ini dibatasi pagar berbahan baja ringan setinggi sekitar 1,2 meter. Di sinilah para penggemar bulu tangkis Indonesia bisa bertemu langsung pemain idolanya.
Bila sang pemain yang dinanti tak melewati jalur tersebut, penggemar bisa berteriak memanggil pemain kesayangan mereka agar bisa keluar dari teras player lounge yang tembus ke jalur tersebut. Jika beruntung, pemain yang dipanggil akan keluar menemui penggemar mereka di jalur tersebut.
Bagi Reza, perubahan tersebut merupakan langkah positif untuk menghidupkan kembali atmosfer bulu tangkis Indonesia, khusunya meramaikan Istora dalam Polytron Indonesia Open 2026. "Kita kan tahu animo penonton belakangan turun untuk datang langsung menonton bulu tangkis di Istora," kata Reza.
Perubahan yang dibuat panitia pelaksana itu langsung terasa secara kasat mata. Kerumunan fans yang sebelumnya terkonsentrasi di satu titik, kini menyebar di sepanjang jalur. Para penggemar memiliki kesempatan lebih besar untuk berinteraksi dengan atlet idolanya tanpa harus berdesakan.
"Beda memang, semakin akrab. Kalau saya pribadi, selama penggemar tidak melakukan hal aneh-aneh, saya oke saja," kata Reza yang langsung diserbu beberapa remaja untuk meminta tanda tangan usai berbicara dengan Republika.
Senada dengan Reza, Putri Kusuma Wardani menilai akses yang lebih terbuka menjadi kabar baik bagi pencinta bulu tangkis.
"Apalagi banyak pemain top dunia. Nggak ada kesempatan lagi mereka ketemu idola yang mereka sukai kalau bukan di Indonesia Open. Untuk keseluruhan oke sih, sangat baik sekali," ujar Putri.

2 hours ago
2















































