Pekerja mengisi tabung gas elpiji tiga kilogram bersubsidi di SPBE Bumi Mitra Wira, Pesanggrahan, Jakarta, Selasa (23/12/2025). Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Pertamina memastikan stok cadangan Liquefied Petroleum Gas (LPG) nasional dalam kondisi aman sesuai standar cadangan nasional. Pertamina menjaga ketersediaan LPG sebagai salah satu prioritas sektor energi dengan ketahanan pasokan mencapai 12 hingga 17 hari guna memenuhi peningkatan kebutuhan masyarakat selama periode Nataru.
REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Area Manager Communication, Relations & Corporate Social Responsibility (CSR) Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Taufiq Kurniawan, mengungkapkan, pihaknya menjalin kerja sama dengan kepolisian di berbagai daerah di Jateng untuk mengantisipasi aksi penimbunan elpiji bersubsidi tiga kilogram menjelang Lebaran. Dia mengatakan, pihaknya telah menemukan indikasi terjadinya praktik tersebut.
Taufiq mengatakan, selain bahan bakar minyak (BBM), Pertamina juga telah menambah pasokan elpiji untuk wilayah Jateng menjelang Lebaran. Besarannya yakni sekitar 25 persen dari kebutuhan normal.
Menurut Taufiq, penambahan stok elpiji sudah dilakukan sejak 17 Februari 2026. "Nanti di libur Nyepi ada lagi, kemudian wafat Isa Almasih ada lagi, kemudian pekan kedua sampai keempat Ramadan itu kita tambahkan. Totalnya lima sampai enam juta tabung kalau dihitung secara tabung," ungkapnya seusai menghadiri Rakor Forkopimda Jawa Tengah (Jateng) membahas persiapan menyambut Idul Fitri di Gedung Gradhika Bakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang, Senin (9/3/2026).
Karena itu, suplai elpiji di Jateng seharusnya aman. "Kemarin kita banjir (suplai) sebenarnya untuk tabung, tapi indikasinya ada penimbunan. Sehingga kita berkoordinasi dengan beberapa kepolisian setempat yang terindikasi ada penimbunan. Seperti kemarin di Kudus itu juga ada pengungkapan soal penimbunan elpiji ya," kata Taufiq.
"Ini karena mendekati momen Lebaran, orang menghalalkan segala cara untuk itu," tambah Taufiq.
Pada Jumat (6/3/2026) lalu, Polres Kudus merilis kasus pengoplosan elpiji subsidi tiga kilogram ke tabung nonsubsidi 12 kilogram. Mereka membekuk seorang tersangka berinisial HS (49 tahun). Dari kasus tersebut, polisi mengamankan 100 tabung elpiji tiga kilogram dan 12 tabung ukuran 12 kilogram yang diduga telah diisi ulang dari gas subsidi.

4 hours ago
5
















































