Periksa Truk, Bea Cukai Malang Temukan 172.800 Batang Rokok Ilegal dalam Kemasan Sabun

2 hours ago 1

Total barang bukti yang diamankan sebanyak 8.640 bungkus atau 172.800 batang rokok.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG - Bea Cukai Malang menggagalkan pengiriman 172.800 batang rokok tanpa pita cukai dari sebuah truk yang melintas di wilayah Kabupaten Malang, Selasa (7/4/2026) dini hari.

Penindakan ini bermula dari informasi masyarakat terkait adanya dugaan pengiriman rokok ilegal menggunakan jasa ekspedisi perorangan dengan moda angkutan truk di wilayah Kecamatan Tumpang, Senin (6/4/2026) malam. Sekitar pukul 03.00 WIB Selasa, (7/4/2026), kendaraan yang dicurigai terpantau mulai bergerak. Petugas kemudian melakukan pengejaran hingga akhirnya berhasil menghentikan truk tersebut di Jalan Suropati, Desa Karanganyar, Kecamatan Poncokusumo.

Dalam pemeriksaan awal, petugas menemukan berbagai jenis barang di dalam kendaraan. Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, terindikasi adanya muatan rokok ilegal yang disamarkan. Truk beserta seluruh muatannya kemudian dibawa ke kantor Bea Cukai Malang untuk pemeriksaan mendalam.

Hasil pemeriksaan lanjutan mengungkap adanya 46 karton Barang Kena Cukai Hasil Tembakau (BKC HT) jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) merek ZA tanpa dilekati pita cukai. Rokok tersebut disembunyikan dalam kemasan sabun untuk mengelabui petugas. Total barang bukti yang diamankan mencapai 8.640 bungkus atau setara dengan 172.800 batang rokok.

Dari penindakan ini, nilai barang diperkirakan mencapai Rp 256.608.000 dengan potensi kerugian negara sebesar Rp 128.908.800. Seluruh barang bukti telah diamankan di Kantor Bea Cukai Malang untuk proses lebih lanjut.

Kepala Kantor Bea Cukai Malang, Johan Pandores, menegaskan penindakan ini merupakan bagian dari komitmen Bea Cukai dalam melindungi penerimaan negara. Ia menyampaikan peredaran rokok ilegal tidak hanya merugikan negara, tetapi juga menciptakan persaingan usaha yang tidak sehat.

Johan mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam memerangi peredaran rokok ilegal. Menurutnya, dukungan masyarakat sangat penting dalam menjaga stabilitas penerimaan negara serta menciptakan iklim usaha yang adil dan sehat.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |