Penerimaan Negara dari Freeport akan Turun jadi USD 2,6 M

1 day ago 6

PT Freeport Indonesia (PTFI) memproyeksikan penerimaan negara dari kegiatan operasional perusahaan turun sekitar 39,5 persen menjadi US$ 2,6 miliar pada 2026. Adapun realisasi setoran ke negara pada 2025 mencapai US$ 4,3 miliar.

Direktur Utama PTFI, Tony Wenas, merincikan, penerimaan negara pada 2026 terdiri atas US$ 1 miliar pajak, US$ 1,1 miliar dividen yang disalurkan kepada pemerintah melalui MIND ID, serta US$ 500 juta penerimaan negara bukan pajak (PNBP) termasuk royalti.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Tony menjelaskan penurunan penerimaan negara sejalan dengan belum pulihnya produksi tambang seusai longsor di Grasberg. Saat ini perusahaan masih melakukan perbaikan dan memastikan seluruh area tambang aman sebelum meningkatkan produksi secara bertahap (ramp-up).

Menurut dia, kapasitas produksi dari sisi hulu pada 2026 diperkirakan baru mencapai sekitar 65 persen dari kapasitas penuh. "Akibat longsor pada September 2025, proses ramp-up produksi berjalan lebih lambat dari yang kami perkirakan sebelumnya. Tahun ini kapasitas produksi masih sekitar 65 persen," ujarnya dalam rapat dengar pendapat di Komisi XII DPR, Selasa, 14 Juli 2026.

Selain itu, produksi bijih yang ditambang pada tahun ini ditargetkan mencapai rata-rata 124 ribu ton per hari, turun dibandingkan dengan realisasi tahun sebelumnya sekitar 139 ribu ton per hari. Penurunan tersebut dipicu terhentinya produksi di tambang Deep Mill Level Zone (DMLZ) setelah longsor.

PTFI menargetkan produksi tahun ini mencapai sekitar 800 juta pon tembaga dan 700 ribu ons emas, atau setara sekitar 21 ton emas. Seiring pulihnya operasi tambang, Freeport memperkirakan kontribusinya kepada negara akan kembali meningkat mulai 2027.

Adapun penerimaan negara diproyeksikan mencapai US$ 4,7 miliar, yang terdiri atas US$ 1,9 miliar pajak, US$ 1,9 miliar dividen, dan US$ 800 juta PNBP. Tony mengatakan penerimaan negara akan meningkat lebih tinggi setelah produksi tambang kembali normal dan fasilitas hilirisasi beroperasi penuh.

Pada 2028, penerimaan negara diproyeksikan mencapai US$ 7,1 miliar, terdiri atas US$ 3,1 miliar pajak, US$ 2,7 miliar dividen, dan US$ 1,3 miliar PNBP. Nilai tersebut diperkirakan bertahan pada 2029, meski komposisinya berubah menjadi US$ 3,3 miliar pajak, US$ 2,6 miliar dividen, dan US$ 1,3 miliar PNBP.

Sementara itu, pada 2030 kontribusi Freeport diperkirakan mencapai puncaknya sebesar US$ 8 miliar, yang berasal dari US$ 3,2 miliar pajak, US$ 3,5 miliar dividen, dan US$ 1,3 miliar PNBP. "Begitu kapasitas produksi sudah penuh, penerimaan negara akan melebihi US$ 7 miliar per tahun atau sekitar Rp 120 triliun per tahun," kata Tony.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |