REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG, – Momentum belanja daring flash sale 7.7 yang berbarengan dengan musim liburan dan awal tahun ajaran baru memicu lonjakan drastis volume logistik PT Pos Indonesia hingga menembus angka ekstrem 165 ton barang per hari. Kenaikan ini setara dengan 37,5 persen dibandingkan aktivitas operasional pada hari-hari biasa.
Berdasarkan catatan performa korporasi, pada kondisi normal rata-rata kiriman yang diproses hanya berkisar di angka 120 ton per hari. Lonjakan signifikan ini terjadi selama periode puncak transaksi digital nasional.
"Pada kondisi normal, rata-rata kiriman yang kami proses sekitar 120 ton per hari. Selama momentum flash sale 7.7, volumenya meningkat menjadi sekitar 165 ton per hari atau naik 37,5 persen. Seluruh tim operasional telah disiagakan agar proses sortir hingga distribusi tetap berjalan optimal," ujar Operation General Manager Sentral Pengolahan Pos Jakarta, Galang Budi Mulyo dalam keterangan, Rabu (15/7).
Faktor Pendorong Lonjakan
Galang mengungkapkan, selain dipicu oleh agresifnya transaksi belanja di berbagai platform e-commerce, lonjakan kiriman kali ini memiliki keunikan tersendiri karena didorong oleh mobilitas mahasiswa baru. Menjelang dimulainya perkuliahan, rute pengiriman kendaraan roda dua dari dan menuju Jakarta mengalami peningkatan tajam dengan daerah tujuan terbanyak ke wilayah Sumatera.
Guna merespons limpahan paket tersebut agar tidak terjadi penumpukan (backlog), perusahaan pelat merah ini telah melipatgandakan kapasitas pengolahan, memperketat koordinasi jaringan distribusi nasional, serta mengoptimalkan armada multimoda di berbagai titik layanan last-mile.
Strategi Pos Indonesia Hadapi Puncak Arus
Sebelumnya, Pos Indonesia juga sempat mengguyur pasar dengan stimulus potongan harga berupa diskon ongkos kirim hingga 10 persen pada periode 6-8 Juli untuk layanan Pos Reguler, Pos Nextday, dan Pos Sameday melalui aplikasi PosAja! maupun loket fisik demi memanjakan para pemburu diskon.
Senior Vice President Retail Business PT Pos Indonesia, Helly Siti Halimah, menegaskan bahwa kesiapan mitigasi operasional yang matang sejak awal merupakan kunci utama bagi BUMN logistik ini untuk tetap mengirimkan paket tepat waktu di tengah puncak transaksi digital nasional.
"Momentum belanja online 7.7 selalu diikuti peningkatan aktivitas pengiriman di seluruh Indonesia. Melalui promo diskon ongkos kirim ini, kami ingin memberikan manfaat lebih bagi masyarakat sekaligus memastikan layanan Pos Indonesia tetap menjadi pilihan yang cepat, aman, dan andal," kata Helly menjelaskan.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

2 hours ago
3















































