REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Pemkab Bandung Barat akan mengidentifikasi lahan-lahan untuk dijadikan pemukiman baru bagi penyintas korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat. Lokasi longsor saat ini dilarang untuk dibangun rumah kembali karena berbahaya.
"Sesuai yang disampaikan Pak Gubernur, wilayah itu akan dijadikan kawasan hutan dengan penanaman pohon-pohon besar. Tidak mungkin masyarakat dikembalikan lagi ke sana," kata Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail di lokasi, Selasa (27/1/2026).
Namun untuk lokasi untuk merelokasi korban longsor itu Pemkab Bandung Barat akan meminta Badan Geologi agar melakukan kajian. Sebab, lahan yang dipilih tentunya harus layak dan aman untuk dijadikan lokasi pemukiman warga.
"Untuk relokasi tentu menunggu kajian Badan Geologi agar betul-betul aman. Nanti kalau sudah turun dari Badan Geologi, kita rapatkan kembali dengan dinas terkait. Ini harus betul-betul dikaji agar tidak salah menempatkan warga lagi. Setelah ada kajian dari Badan Geologi, kita akan mengambil langkah-langkah secepatnya," jelas Asep.
Dirinya pun memastikan penanganan korban terdampak longsor yang berada di pengungsian berjalan optimal. Logistik berupa kebutuhan dasar seperti makanan dan pakain pun terpenuhi seiring mengalirnya bantuan dari berbagai pihak. Total pengungsi sementara bisa mencapai 950 orang menginap di desa pada malam hari, di mana pada siang jumlahnya berkurang karena ada yang sebagian bekerja ke ladang.
"Saat ini di posko ada sekitar 186 kepala keluarga atau 552 orang. Di koridor pertama 306 orang, di aula 258 orang. Sore biasanya bertambah hingga 900 orang. Yang pasti, wilayah yang terkena longsor tidak boleh ditempati lagi," kata dia.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Barat, Ade Zakir menambahkan, pihaknya belum mendapatkan lahan untuk relokasi para korban longsor. Saat ini, pihaknya masih melakukan pemetaan terhadap aset berupa tanah Desa Pasirlangu yang dijadikan opsi utama sebagai tempat relokasi.
"Sedang kita cari, sedang kita inventarisasi terutama tanah kas desa, kalau sudah kita peroleh, kita cek dulu, aman secara geologi atau tidak, kita kaji dulu. Kalau pemerintah tentu melalui proses pengadaan tanah, itu butuh waktu," kata Ade Zakir
Seperti diketahui, bencana longsor menerjang Kampung Pasirkuning, Desa Pasirlangu pada Sabtu (24/1/2026). Sekitar 30 rumah tertimbun longsor, sedangkan sisanya rentan terdampak peristiwa susulan karena berada di garis bencana. Tim Sar gabungan terus berupaya melakukan pencarian korban yang masih dinyatakan hilang.

4 days ago
10
















































