Hujan Es Disertai Angin Kencang Landa Selomartani Kalasan, Puluhan Pohon Tumbang, Empat Orang Luka

3 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Fenomena hujan es yang disertai angin kencang melanda wilayah Selomartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, Sabtu (31/1/2026), siang. Hujan es itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB.  Informasi awal diketahui dari laporan video warganet yang kemudian diunggah di akun Instagram @merapi_uncover.

"[Breaking News] 14:16 izin melaporkan min saat ini di daerah selomartani Kalasan terpantau hujan deras disertai hujan es," tulis keterangan pada unggahan tersebut, dilihat Republika, Sabtu.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro membenarkan. Hujan es tersebut terjadi bersamaan dengan hujan lebat dan angin kencang akibat cuaca ekstrem.

"Betul (hujan es -Red) di daerah Selomartani Kalasan. Karena cuaca ekstrem, hujan lebat, sangat ekstrem sehingga hujan es terjadi. Lalu disertai angin kencang dan banyak (dampak dari) kejadian ini. Masih rekap semua," katanya saat dihubungi.

Menurut Bambang, hujan es terjadi karena intensitas hujan yang sangat tinggi disertai kondisi atmosfer yang ekstrem. Peristiwa tersebut kemudian mengakibatkan puluhan pohon tumbang, kerusakan rumah warga, gangguan jaringan listrik, hingga korban luka.

Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Kabupaten Sleman, dampak terparah terjadi di Kapanewon Kalasan, meliputi Kalurahan Tirtomartani, Selomartani, dan Tamanmartani.

Di Kalurahan Tirtomartani, banyak pohon tumbang yang menimpa rumah warga, warung, kandang ternak, serta jaringan listrik. Sejumlah pohon juga roboh melintang dan menutup akses jalan kampung maupun jalan penghubung antarwilayah. Beberapa kejadian masih dalam proses penanganan dan pendataan.

Sementara itu, di Kalurahan Selomartani, dampak hujan ekstrem tergolong signifikan. Pohon tumbang menimpa rumah, pagar, tempat usaha, dan jaringan listrik di berbagai titik. Angin kencang juga menyebabkan atap rumah warga berterbangan serta menutup akses jalan kampung. Selain itu, SMPN 2 Kalasan dilaporkan mengalami kerusakan berupa robohnya pagar sekolah sepanjang kurang lebih 100 meter serta kebocoran pada dua ruang kelas dan satu ruang laboratorium TIK.

Di Kalurahan Tamanmartani, hujan ekstrem juga mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan genting. Selain itu, sejumlah pohon tumbang menimpa rumah, kandang ternak, dan lahan pertanian warga. Dampak juga meluas ke Kapanewon Ngemplak. Di wilayah Bimomartani dan Sindumartani, angin kencang menyebabkan atap toko berterbangan serta pohon tumbang yang menutup jalan dan menimpa kendaraan serta teras rumah warga.

BPBD Sleman juga mencatat empat orang mengalami luka-luka. Dua korban dirujuk ke rumah sakit, yakni RS Bhayangkara dan RS Panti Rini, sementara dua lainnya menjalani perawatan secara mandiri.

"Ada 4 korban luka," ujarnya.

BPBD Sleman bersama TNI, Polri, relawan, pemerintah kalurahan, dan masyarakat setempat telah melakukan asesmen dampak, penanganan darurat, pembersihan material pohon tumbang, serta distribusi bantuan darurat kepada warga terdampak. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di wilayah Sleman.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |