Pemerintah Buka Peluang Stimulus Tambahan demi Jaga Daya Beli dan Pertumbuhan Ekonomi

2 hours ago 1

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melambaikan tangan saat konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa (5/5/2026). Kementerian Keuangan melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Maret 2026 mengalami defisit sebesar Rp240,1 triliun atau setara 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), namun masih dalam kondisi terkendali.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang juga Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka peluang pemberian stimulus tambahan pada kuartal II 2026 guna menjaga pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat.

Langkah itu disiapkan setelah ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada kuartal I 2026. Pemerintah ingin momentum pertumbuhan tersebut tetap terjaga di tengah ketidakpastian ekonomi global.

“Kita lihat semua variabel makro yang ada. Kelihatannya pemerintah juga akan memberikan stimulus tambahan bagi perekonomian di triwulan II 2026,” ujar Purbaya dalam taklimat media hasil rapat KSSK, Kamis (7/5/2026).

Menurut dia, konsumsi masyarakat masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, pemerintah akan menjaga belanja negara tetap berjalan agar aktivitas ekonomi tidak melambat.

Pada awal tahun, belanja pemerintah dinilai ikut menggerakkan ekonomi melalui pencairan tunjangan hari raya (THR) bagi ASN, TNI, dan Polri. Selain itu, pemerintah mempercepat penyaluran bantuan sosial serta pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Hal yang sama akan kita lakukan di triwulan kedua sampai akhir tahun untuk memastikan permintaan domestik tetap terjaga,” katanya.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen pada 2026. Namun, pemerintah berharap realisasinya bisa mendekati 6 persen.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah mempercepat penyaluran bantuan sosial untuk menjaga daya beli masyarakat.

Program Keluarga Harapan (PKH) ditargetkan menjangkau sekitar 10 juta keluarga penerima manfaat pada kuartal II 2026. Adapun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) diberikan kepada 18,8 juta keluarga.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |