Pelabuhan Muara Angke Melebihi Kapasitas, Ditpolairud Polda Metro Jaya Tertibkan Alur Pelayaran

20 hours ago 1

Suasana pelabuhan di kawasan Kali Adem, Muara Angke, Jakarta Utara, Selasa (19/8/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Metro Jaya melakukan penertiban besar-besaran di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara. Langkah tegas ini diambil untuk memastikan alur keluar-masuk pelabuhan tetap terbuka dan tidak terhambat oleh kapal-kapal yang bersandar tidak pada tempatnya.

Kepala Subdirektorat Patroli Polairud Polda Metro Jaya, AKBP M. Helmi Wibowo, menjelaskan bahwa kapal-kapal yang "terparkir" di Muara Angke saat ini dalam kondisi sangat padat hingga saling berhimpitan di luar zona sandar yang ditentukan. Kepadatan ini membuat area kolam pelabuhan terlihat semrawut karena posisi kapal yang berlapis-lapis, bahkan hingga menjorok ke tengah jalur pelayaran utama, sehingga mengganggu olah gerak kapal lain yang hendak melintas.

Direktur Polairud Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Mustofa, menegaskan bahwa penertiban ini demi menjaga keselamatan bersama. "Alur pelayaran Muara Angke merupakan jalur penting bagi nelayan sehingga harus tetap terbuka dan aman," ujarnya di Jakarta, Sabtu (31/1). Pihaknya memastikan bahwa saat ini kondisi alur mulai terkendali dan mengimbau seluruh pengguna jasa pelabuhan untuk mematuhi aturan sandar demi kelancaran navigasi.

Kondisi ini diperparah oleh data lapangan yang menunjukkan adanya ketimpangan luar biasa antara kapasitas dan jumlah kapal. Berdasarkan koordinasi dengan Unit Pengelola Pelabuhan Perikanan (UPPP) DKPKP DKI Jakarta, kolam Pelabuhan Muara Angke yang memiliki luas sekitar 1.200 meter persegi idealnya hanya menampung 1.000 unit kapal. Namun, fakta di lapangan menunjukkan jumlah kapal yang bersandar mencapai 2.564 unit, atau lebih dari dua kali lipat kapasitas normal.

Padahal, Pelabuhan Muara Angke memiliki peran yang sangat strategis sebagai pusat ekonomi kelautan dan gerbang utama distribusi ikan di Jakarta. Sebagai salah satu pilar ketahanan pangan, pelabuhan ini menjadi titik kumpul ribuan nelayan yang menyuplai kebutuhan protein hewani bagi jutaan warga ibu kota dan sekitarnya. Lumpuhnya alur di pelabuhan ini tidak hanya mengancam keselamatan, tetapi juga berpotensi mengganggu rantai pasok hasil laut secara regional.

Selain aspek ekonomi pangan, Muara Angke juga menjadi urat nadi transportasi penting yang menghubungkan daratan Jakarta dengan wilayah Kepulauan Seribu. Keberadaan pelabuhan ini sangat vital bagi mobilitas warga, distribusi logistik, hingga sektor pariwisata. Oleh karena itu, kelancaran akses pelabuhan menjadi syarat mutlak agar aktivitas sosial dan ekonomi di wilayah utara Jakarta tetap berdenyut tanpa gangguan.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Aris Wibowo, menambahkan bahwa upaya penertiban dilakukan setiap hari untuk menjaga mobilitas dan situasi Kamtibmas yang kondusif. Pengguna jasa dapat mengecek informasi keselamatan pelayaran terkini melalui portal resmi Ditpolairud Polda Metro Jaya untuk memastikan kelancaran aktivitas di dermaga.

sumber : Antara

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |