OJK Ingatkan Anak Muda, Jangan Sampai FOMO Bikin Keuangan Berantakan

22 hours ago 7

Pada Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) Nasional 2026 yang berlangsung di Sekolah Rakyat Menengah Atas 13 Bekasi, bank bjb menerima dua penghargaan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan generasi muda agar tidak terbawa fear of missing out (FOMO) dan fear of other people's opinions (FOPO) dalam mengelola keuangan. Kebiasaan tersebut perlu dihindari seiring semakin berkembangnya layanan keuangan digital.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono mengatakan literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memahami produk keuangan. Literasi juga diperlukan untuk membentuk kebiasaan mengelola uang secara disiplin dan mampu mengendalikan diri.

“Tujuan peningkatan literasi dan inklusi keuangan yang dilakukan OJK adalah membangun karakter pribadi yang disiplin, sabar, mampu mengendalikan diri, dan mampu mengelola keuangan sehingga dapat terhindar dari kebiasaan FOMO dan FOPO di tengah perkembangan ekonomi dan keuangan digital,” kata Dicky dalam puncak Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026 di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, Jumat (28/8/2026).

Menurut Dicky, kebiasaan menabung juga perlu dibangun sejak dini. Menabung bukan sekadar menyisakan uang, tetapi menyisihkan sebagian uang secara rutin. Kebiasaan tersebut dapat memberi ruang untuk merencanakan kebutuhan dan masa depan.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan masyarakat tidak perlu menunggu memiliki banyak uang untuk mulai menabung. Kebiasaan tersebut justru dapat dimulai dari nominal kecil.

“Menabung sejak dini sangat penting untuk masa depan kalian. Menabung itu jangan menunggu uang kita banyak dulu. Justru supaya uangnya banyak, kita harus menabung sedikit demi sedikit,” ujar Friderica.

Upaya meningkatkan kebiasaan menabung juga dilakukan melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Sepanjang September 2025 hingga Juni 2026, sebanyak 679 ribu rekening pelajar baru telah dibuka. OJK juga mencatat lebih dari 270 ribu kegiatan Bank Goes to School telah dilakukan di 122 ribu sekolah.

Secara nasional, tingkat inklusi keuangan telah mencapai 93,61 persen, sedangkan tingkat literasi keuangan berada di 69,57 persen. OJK menyebut tingkat literasi dan inklusi pada pelajar dan mahasiswa masih berada di bawah capaian nasional sehingga perlu terus diperkuat.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |