Menlu Israel: Kami tak Menginginkan Perang tanpa Akhir dengan Iran

9 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID,  TEL AVIV -- Menteri Luar Negeri (Menlu) Israel Gideon Saar mengatakan, negaranya enggan terlibat perang tanpa akhir dengan Iran. Konflik Israel-Amerika Serikat (AS) dengan Iran telah berlangsung selama 11 hari terhitung sejak 28 Februari 2026. 

"Kami akan melanjutkan hingga saat kami dan mitra kami menganggap bahwa sudah tepat untuk berhenti,” kata Gideon Saar mengomentari soal kelanjutan konflik dengan Iran, Selasa (10/3/2026).

"Kami tidak menginginkan perang tanpa akhir,” tambah Saar kepada awak media di Yerusalem. 

Hal itu disampaikan Saar saat menerima kunjungan Menlu Jerman Johann Wadephul. Sebelumnya Kanselir Jerman Friedrich Merz sempat mengutarakan tentang berkembangnya kekhawatiran di Eropa terkait perang AS-Israel dengan Iran. Merz menilai, tampaknya belum ada rencana soal menghentikan konflik tersebut. 

Gideon Saar sempat ditanya oleh awak media soal apa kriteria kemenangan bagi Israel terkait konflik dengan Iran. “Kami ingin menghilangkan, untuk jangka panjang, ancaman eksistensial dari Iran terhadap Israel,” kata Saar merespons pertanyaan tersebut. 

Sebelumnya Korps Garda Revolusi Iran mengatakan, mereka mampu terlibat perang intensif dengan AS dan Israel selama enam bulan. Hal itu bertolak belakang dengan klaim Presiden AS Donald Trump yang menyebut Iran telah menyerah. 

"Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran mampu melanjutkan perang intensif setidaknya selama enam bulan dengan laju operasi saat ini,” kata Juru Bicara Garda Revolusi Iran, Ali Mohammad Naini, seperti dikutip kantor berita Fars pada Ahad (8/3/2026). 

Ali menambahkan, Garda Revolusi Iran telah menargetkan lebih dari 200 pangkalan dan fasilitas terkait milik AS serta Israel di wilayah Timur Tengah (Timteng). Menurut keterangan Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, baru-baru ini, serangan negaranya telah membunuh lebih dari 500 tentara AS. 

Trump, lewat akun Social Truth-nya, sempat mengeklaim bahwa Iran telah menyerah setelah negaranya meluncurkan serangkaian serangan ke negara tersebut. Trump bahkan mengatakan bahwa Iran tak akan melancarkan serangan lagi. 

"Iran, yang sedang dihancurkan habis-habisan, telah meminta maaf dan menyerah kepada negara-negara tetangganya di Timur Tengah, dan berjanji bahwa mereka tidak akan menembak lagi. Janji ini hanya dibuat karena serangan tanpa henti dari AS dan Israel," tulis Trump lewat akun Social Truth miliknya, Sabtu (7/3/2026).

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |