Menhut Dorong Pemulihan 12 Juta Hektare Lahan Kritis, Gandeng Swasta hingga Perdagangan Karbon

3 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mendorong percepatan pemulihan hutan dan ekosistem yang mengalami kerusakan di Indonesia. Pemerintah menargetkan restorasi terhadap 12 juta hektare lahan kritis sebagai bagian dari upaya memperbaiki kondisi ekosistem nasional.

Raja Juli mengatakan langkah tersebut diperkuat melalui peluncuran Gerakan Pemulihan Ekosistem Serentak dalam momentum Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026.

“Hari ini saya launching Gerakan Pemulihan Ekosistem Serentak dalam rangka Hari Konservasi Alam Nasional Tahun 2026. Kita bersama-sama sekarang, kita mulai bergerak untuk melakukan gerakan pemulihan ekosistem,” kata Raja Juli dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.

Menurut dia, kondisi ekosistem Indonesia membutuhkan penanganan yang semakin serius. Upaya pemulihan tidak dapat terus dilakukan dengan pendekatan yang sama ketika skala tantangan yang dihadapi semakin besar.

Gerakan tersebut sejalan dengan tema HKAN 2026, “Kerja Bersama Merawat Alam”. Tema itu menekankan bahwa pemulihan ekosistem membutuhkan keterlibatan berbagai pihak dan tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah.

“Saya kira momentum itu menjadi tepat dengan tema yang tadi ditawarkan, bahwa kita sekarang memang harus beranjak secara serius untuk melakukan restorasi ekosistem,” ujar Raja Juli.

Ia mengatakan kebijakan pemulihan tersebut mendapatkan dukungan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah berkomitmen melakukan restorasi terhadap lahan kritis atau degraded land seluas 12 juta hektare.

Dari luasan tersebut, sebanyak 6,7 juta hektare berada di kawasan hutan. Sementara sekitar 1,21 juta hektare lainnya berada di area konservasi.

Besarnya luasan yang perlu dipulihkan membuat restorasi membutuhkan pendekatan jangka panjang. Penanganannya tidak hanya berkaitan dengan penanaman kembali, tetapi juga bagaimana ekosistem yang mengalami degradasi dapat kembali menjalankan fungsi ekologisnya.

Dalam konteks kawasan konservasi, Raja Juli juga menanggapi kekhawatiran mengenai pengembangan kegiatan pariwisata. Ia menegaskan pemerintah tidak menempatkan taman nasional sebagai kawasan yang semata-mata ditujukan untuk kepentingan komersial.

Menurut dia, kegiatan wisata di kawasan konservasi harus menempatkan kepentingan ekologis sebagai prioritas. Karena itu, pemerintah menggunakan prinsip ecological before tourism.

“Ekoturisme kadang-kadang disalahartikan bahwa kita ini sedang mengeksploitasi taman nasional kita, komersialisasi. Saya katakan ini bukan, ini ecological before tourism,” kata Raja Juli.

Ia menegaskan tujuan utama pengelolaan kawasan tetap untuk menjaga alam dan mendukung restorasi. Kegiatan pariwisata harus mengikuti kepentingan tersebut, bukan sebaliknya.

sumber : Antara

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |