Biaya Dana Naik, Laba BCA Syariah Tetap Tumbuh 9,2 Persen

2 hours ago 3

Pengunjung mendapatkan penjelasan mengenai layanan digital Bank BCA Syariah di Rumah Sahabat di Jakarta, Sabtu (20/6/2026). Bank BCA Syariah menghadirkan Rumah Sahabat di Senayan City, Jakarta, pada 20-21 Juni 2026 sebagai upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah melalui pameran interaktif yang memadukan edukasi, hiburan, dan kajian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT Bank BCA Syariah mencatatkan laba setelah pajak Rp109,4 miliar pada semester I 2026, tumbuh 9,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp100,1 miliar. Pertumbuhan laba tetap terjaga di tengah biaya dana yang meningkat dan kondisi pasar yang masih mahal.

Direktur BCA Syariah Pranata mengatakan pertumbuhan laba terutama ditopang oleh peningkatan pembiayaan. Hingga Juni 2026, pembiayaan BCA Syariah tumbuh 20,5 persen secara tahunan menjadi Rp13,6 triliun.

“Secara year on year pembiayaan naik 20,5 persen,” kata Pranata dalam Media Update Kinerja BCA Syariah Semester I 2026 di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Pertumbuhan pembiayaan tersebut mendorong pendapatan pembiayaan naik 16,6 persen menjadi Rp512,9 miliar. Namun, bank juga menghadapi tekanan dari sisi biaya dana yang meningkat 5,8 persen menjadi Rp267,3 miliar.

Pranata mengatakan tingginya biaya dana menjadi tantangan bagi perbankan karena harga dana di pasar tidak serta-merta turun mengikuti perubahan suku bunga acuan. Bahkan, tingkat deposito di pasar hingga Juni 2026 berada di kisaran 8-9 persen.

“Biaya dana walaupun suku bunganya Bank Indonesia turun, tapi ternyata cost of fund yang ada di market itu masih bertahan,” ujarnya.

Di tengah mahalnya dana, BCA Syariah mampu menjaga pendapatan margin tumbuh 13,4 persen menjadi Rp422,3 miliar. Pendapatan berbasis biaya dan pendapatan lainnya juga meningkat 30,4 persen menjadi Rp37,7 miliar.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |