REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Zohran Mamdani kembali mengguncang politik Amerika Serikat setelah sejumlah kandidat yang didukungnya berhasil menumbangkan tokoh-tokoh senior Partai Demokrat dalam pemilihan pendahuluan di New York.
Namun di balik kemenangan yang memperkuat pengaruh politiknya, mulai muncul retakan dalam koalisi yang selama ini mengantarkan politikus progresif tersebut menuju puncak kekuasaan.
Dalam hitungan bulan, Mamdani berubah dari wali kota New York menjadi salah satu figur paling berpengaruh di kubu progresif Partai Demokrat. Dukungannya terbukti mampu membantu kandidat-kandidat muda mengalahkan petahana dan politisi senior yang selama bertahun-tahun mendominasi politik New York.
Kemenangan itu terlihat dalam sejumlah kontestasi penting. Darializa Avila Chevalier berhasil mengalahkan Ketua Kaukus Hispanik Kongres Adriano Espaillat. Di Brooklyn, Claire Valdez mengalahkan Presiden Distrik Brooklyn Antonio Reynoso. Sementara sejumlah kandidat progresif lain yang memperoleh dukungan Mamdani juga mencatat kemenangan meyakinkan dalam pemilihan legislatif negara bagian.
"Setahun yang lalu bukanlah akhir dari sebuah gerakan politik. Itu adalah permulaannya," kata Mamdani kepada para pendukungnya setelah hasil pemilu diumumkan, sebagaimana diberitakan Politico pada Rabu (24/6/2026).
Dari Aktivis Progresif Menjadi Penentu Arah Demokrat
Zohran Mamdani dikenal sebagai politikus progresif dan anggota Democratic Socialists of America (DSA). Namanya melesat secara nasional setelah memenangkan pemilihan wali kota New York pada 2025, sebuah kemenangan yang saat itu dianggap sebagai salah satu kejutan terbesar dalam politik Amerika.
Sejak saat itu, Mamdani membangun jaringan politik yang mengandalkan relawan akar rumput, pemilih muda, dan kelompok progresif yang selama ini merasa kurang terwakili dalam politik arus utama. Mesin politik tersebut kembali menunjukkan kekuatannya dalam pemilihan pendahuluan terbaru.
Keberhasilan para kandidat yang didukung Mamdani juga diperkirakan akan memperkuat pengaruh kubu progresif di legislatif negara bagian New York. Jumlah anggota dari kalangan sosialis demokrat berpotensi meningkat secara signifikan, memperbesar peluang agenda seperti kenaikan pajak bagi kelompok kaya dan perluasan program sosial.
Retaknya Hubungan dengan Elite Demokrat
Namun keberhasilan itu tidak datang tanpa biaya politik.
Salah satu kontroversi terbesar muncul ketika Mamdani membatalkan dukungannya terhadap Adriano Espaillat dan justru beralih mendukung penantangnya, Darializa Avila Chevalier. Langkah tersebut memicu kemarahan sejumlah tokoh senior Demokrat yang sebelumnya memiliki hubungan baik dengan wali kota New York itu.
Keputusan tersebut juga memperburuk hubungannya dengan Nydia Velázquez, anggota Kongres veteran yang selama ini dikenal sebagai salah satu pendukung awal Mamdani. Bagi sebagian kalangan Demokrat, perubahan dukungan di tengah kontestasi politik dianggap sebagai pelanggaran terhadap norma tidak tertulis yang selama ini dijaga dalam partai.

2 hours ago
3
















































