TEMPO.CO, Jakarta - Dokter Spesialis Anak Ian Suryadi Suteja mengatakan lemak sangat penting dan harus ada di makanan anak. “Anak butuh 30-45 persen lemak dari total kalorinya dalam sehari,” ucap Ian pada Rabu, 3 Juni 2026 dalam peluncuran Bumboo Fat Oil di Jakarta.
Lemak memang kerap dianggap buruk untuk kesehatan. Tidak heran, banyak orang tua yang sering kali terlalu takut dalam memberikan makanan berupa lemak untuk anak. Padahal, kata Ian, hal itu justru bisa mengakibatkan anak kekurangan gizi karena tidak mendapatkan nutrisi yang dibutuhkannya.
Peraturan Menteri Kesehatan No 28 tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi menetapkan standar konsumsi lemak, yakni anak berusia enam hingga sebelas bulan membutuhkan 35 gram lemak. Anak usia satu hingga tiga tahun membutuhkan sebanyak 45 gram lemak. Lalu anak berusia empat hingga enam tahun memerlukan sebanyak 50 gram lemak.
Lemak berfungsi penting bagi perkembangan otak anak, di mana 60 persen struktur otak manusia terdiri dari lemak. Ian juga mengatakan bahwa pemberian lemak itu bagus untuk diberikan ke anak yang kurang gizi, agar kebutuhan kalorinya mudah terpenuhi.
Menurut Ian, manfaat lemak hewani mengandung Docosahexaenoic Acid atau DHA yang berperan penting bagi pertumbuhan anak, terutama bayi. DHA merupakan asam lemak yang berfungsi sebagai komponen utama penyusun jaringan otak dan sistem saraf manusia, serta mengendalikan proses inflamasi. Oleh karena itu, bayi dan ibu hamil sangat direkomendasikan untuk mengonsumsi DHA dari lemak hewani karena lemak hewani merupakan sumber DHA siap pakai yang paling efektif dan paling mudah diserap oleh tubuh. “Makanan yang memiliki lemak jenuh bukan berarti buruk,” kata Ian.
“Lemak jenuh bisa menjadi buruk apabila dikonsumsi secara berlebihan, terutama di usia dewasa. Namun, anak-anak belum perlu untuk mengkhawatirkan hal itu,” lanjutnya.
Sebagian besar lemak hewani merupakan lemak jenuh yang seringkali ditakutkan oleh banyak orang. Nyatanya, lemak jenuh justru memiliki peran dan manfaat penting bagi tumbuh kembang anak, bahkan sangat diperlukan oleh bayi di bawah umur dua tahun. Ian juga menegaskan bahwa asupan lemak bagi bayi tidak boleh dibatasi layaknya pada orang dewasa. Lemak jenuh mampu melarutkan vitamin A, D, E, dan K, yang dibutuhkan oleh tubuh. Apabila tubuh kurang mengonsumsi lemak jenuh, nutrisi dari makanan-makanan yang mengandung vitamin tersebut menjadi kurang bermanfaat. Selain itu, lemak jenuh merupakan sumber kalori yang dibutuhkan untuk mencapai kenaikan berat badan bayi yang optimal. “Lemak itu wajib ada dalam makanan bayi”, ucap Dokter Ian.
Ian pun memberikan tips untuk menyertakan lemak ke dalam makanan bayi. Anjuran dari Kemenkes, anak usia 12 hingga 23 bulan memerlukan 70 persen Makanan Pendamping ASI dan 30 persen ASI. Penambahan lemak pada MPASI bisa dilakukan dengan menggunakan yoghurt full-fat tanpa gula atau puree alpukat sebagai campuran makanan yang tidak disukai bayi, menambahkan taburan kacang-kacangan yang telah dihancurkan ke makanan bayi, menggunakan minyak kelapa ataupun mentega untuk menumis, menambahkan parutan keju ke makanan, mencampurkan santan/minyak zaitun dalam bubur nasi bayi, dan memakai kaldu sapi ataupun ayam.
Ian mengingatkan orang tua agar tidak menghilangkan lemak dari menu makanan anak selama masa pertumbuhan, melainkan memperhatikan keseimbangan asupan gizi yang terdiri atas karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral sesuai kebutuhan usia anak.
CEO Bumboo Jeffry Sutanto, memperkenalkan pembaruan Bumboo Fat Oil dan menyampaikan visi perusahaan untuk menghadirkan produk makanan yang alami, sehat, dan menarik bagi anak-anak. Menurutnya, produk yang baik tidak hanya memperhatikan kandungan nutrisi, tetapi juga harus dapat mendukung pengalaman makan yang menyenangkan bagi anak.
Timnya pun merilis formula baru yakni, produk minyak hewani mereka Beef Fat Oil dan Chicken Fat Oil, serta minyak EVOO atau Extra Virgin Olive Oil. Selain itu ada pula kemasan kaca premium yang diklaim dapat menjaga kualitas minyak dengan lebih baik. Selain diskusi kesehatan dengan ahli, acara itu juga mengundang keluarga konten kreator YouTube, Umma Mega dan Ritsuki.


















































