Macron Desak Gencatan Senjata AS-Iran Harus Cakup Libanon

4 hours ago 1

PRESIDEN Prancis Emmanuel Macron pada Rabu mendesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, untuk memasukkan Libanon dalam gencatan senjata yang dicapai pada Selasa malam.

“Saya menyatakan harapan saya bahwa gencatan senjata akan sepenuhnya dihormati oleh masing-masing pihak yang bertikai, di semua area konfrontasi, termasuk di Libanon,” tulis Macron di X setelah berbicara dengan kedua pemimpin tersebut seperti dilansir Euractiv.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Ia mengatakan itu adalah “syarat yang diperlukan agar gencatan senjata dapat dipercaya dan langgeng”.

Macron adalah pemimpin Barat pertama yang berbicara dengan presiden Iran sejak pengumuman gencatan senjata.

Israel mengumumkan pada Rabu bahwa mereka tidak menganggap Lebanon tercakup dalam gencatan senjata Iran-AS yang diumumkan semalam. Hanya beberapa ham setelah gencatan senjata diumumkan, israel memborbardir sejumlah wilayah di Libanon. Lebih dari seratus serangan udara dilakukan dalam kurun waktu 10 menit.

Serangan brutal itu menewaskan sedikitnya 254 orang dan melukai lebih dari seribuan orang, menurut angka pemerintah. Ibu kota Beirut dihantam oleh pemboman paling brutal sejak dimulainya perang Israel-Hezbollah bulan lalu.

“Situasinya kritis di Lebanon,” Macron memperingatkan pada Rabu menjelang pertemuan dewan pertahanan Prancis seperti dilansir Politico. “Apa yang kami saksikan dengan serangan dan pendudukan Israel di Lebanon selatan bukanlah respons yang tepat,” katanya.

Israel telah berulang kali menyerang Lebanon setelah serangan oleh kelompok Hizbullah yang berafiliasi dengan Iran pada Maret. Serangan Israel telah menewaskan lebih dari 1.500 orang, menurut otoritas Lebanon. Serangan Hizbullah juga sebagai balasan atas pelanggaran gencatan senjata harian Israel meski kesepakatan diteken pada November 2024.

Macron menambahkan bahwa gencatan senjata harus membuka jalan bagi negosiasi komprehensif untuk memastikan “keamanan bagi semua di Timur Tengah (Asia Barat)”.

“Setiap kesepakatan harus membahas kekhawatiran yang ditimbulkan oleh program nuklir dan rudal balistik Iran, serta kebijakan regionalnya dan tindakannya yang menghalangi navigasi melalui Selat Hormuz.”

Macron mengatakan Prancis akan “memainkan peran penuhnya, dalam koordinasi erat dengan para mitranya” di kawasan tersebut.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |