KEPALA Pusat Penerangan Markas Besar TNI Brigadir Jenderal Muhammad Nas buka suara ihwal berbagai latihan tempur yang digelar TNI.
Muhammad Nas mengatakan latihan tempur yang dilaksanakan merupakan kegiatan rutin dari program pembinaan kesiapsiagaan dan profesionalisme prajurit TNI.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk menguji kemampuan dan kesiapan personel, alutsista, sistem komando, serta kesiapan operasi sesuai tugas pokok TNI dan tugas masing-masing matra,” kata Muhammad Nas kepada Tempo, Ahad 31 Mei 2026.
Muhammad Nas menjelaskan latihan dilakukan tanpa harus melihat ada atau tidaknya suatu ancaman. Menurut dia, TNI sebagai alat pertahanan negara harus selalu siap menghadapi berbagai kemungkinan dan spektrum ancaman.
“Baik ancaman konvensional maupun non konvensional, sehingga kesiapan tempur perlu terus dipelihara dan ditingkatkan,” ujar dia.
Dalam beberapa pekan terakhir, TNI dari berbagai matra menggelar sejumlah latihan tempur. Salah satunya TNI Angkatan Laut yang menggelar latihan tempur bersama dengan Angkatan Laut Pakistan di perairan Jakarta, Laut Jawa, Jumat, 22 Mei 2026.
Dalam latihan itu, Indonesia dan Pakistan mengeluarkan alat utama sistem terbaik (alutsista) laut terbaiknya. TNI AL mengerahkan KRI Bung Karno-369, KRI Wiratno-379, dan Helikopter Panther HS-1311. Sedangkan Pakistan Navy melibatkan armada yang terdiri dari PNS TAIMUR, PNS ASLAT, serta kapal selam PNSS HANGOR.
Dikutip dari Antara, kedua angkatan bersenjata juga melakukan beragam materi latihan, seperti tactical maneuvering exercise, photo exercise (PHOTEX) serta search and rescue exercise (SAREX) yang mensimulasikan pencarian dan pertolongan korban di laut.
Beberapa hari kemudian, TNI AL juga menggelar latihan manuver kapal laut dan evakuasi korban di atas kapal di perairan Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa, 26 Mei 2026.
Dalam rilis Pusat Penerangan Mabes TNI yang disiarkan Kamis, 28 Mei 2026, kegiatan itu dilakukan oleh unsur BKO Gugus Tempur Laut Komando Armada (Guspurla Koarmada) II.
"Latihan harus tetap dilaksanakan guna meningkatkan kesiapan unsur dan prajurit sehingga senantiasa siap menghadapi dinamika tugas di lapangan," kata Komandan Guspurla Koarmada II Laksamana Pertama TNI Endra Hartono.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul mengatakan TNI AL mengerahkan dua Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dan satu helikopter dalam latihan tersebut. Dua KRI dan satu helikopter itu, yakni KRI Bung Hatta-370, KRI Teluk Kupang-519, dan Heli HS-1302.
Tunggul mengatakan latihan tersebut dilakukan dengan memperhatikan standar keamanan untuk memastikan keselamatan para personel dan alat utama sistem senjata yang digunakan.
TNI Angkatan Udara juga akan menggelar Latihan Angkasa Yudha 2026. Latihan ini untuk menguji kesiapan operasional, memperkuat koordinasi antarsatuan, serta meningkatkan kemampuan dalam menghadapi berbagai skenario ancaman modern.
Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI M. Tonny Harjono, memimpin langsung rapat Rencana Garis Besar (RGB) Latihan Angkasa Yudha 2026 di Mabesau, Jakarta, Selasa, 26 Mei 2026.


















































