REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tokoh militer, mantan menteri pertahanan, dan mantan kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu meninggal dunia, Ahad (31/5/2026) di RSPAD. Ryamizard memiliki peran dan posisi unik di pemerintahan Presiden Joko Widodo periode pertama berakhir. Mengapa? Karena ia diangkat jadi menhan oleh Jokowi dan digantikan oleh Prabowo Subianto, yang kemudian menjadi presiden usai Jokowi.
Ryamizard dikenal sebagai jenderal yang dekat dengan PDI Perjuangan. Ia mendukung pencalonan Gubernur DKI Jakarta 2012-2017 Joko Widodo untuk maju ke kursi presiden di Pemilihan Presiden 2014. Ditanya soal mengapa ia mendukung Jokowi, berikut jawaban Ryamizard ketika pembekalan relawan Jokowi-JK, di Surabaya, Jumat (4/7/2013) malam, Ryamizard mengatakan dirinya mendukung calon presiden (capres) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) karena sosok ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang dinilainya bersih.
“Ibu Megawati bersih, lurus, dan (yang menerapkan) demokrasi sejati. Kebetulan ayahanda ibu Mega (Soekarno) dekat dengan orang tua saya juga,” katanya.
Selain itu, kata dia, seorang pemimpin memiliki tugas mempersatukan yang dipimpin. Tugas kedua yaitu dapat mensejahterakan yang dipimpin. Kriteria dan penilaian itulah yang membuat Ryamizard memutuskan mendukung Jokowi untuk menjadi presiden periode 2014-2019.
Ryamizard menjadi menhan selama lima tahun. Ia kemudian serah terima jabatan menhan ke Prabowo Subianto pada 23 Oktober 2019. Sebelumnya Ryamizard beberapa kali mengatakan ia kenal betul dengan Jokowi dan Prabowo. Terutama Prabowo, karena keduanya satu angkatan di TNI, yakni angkatan 1974.
Ryamizard Ryacudu mengucapkan selamat kepada Prabowo Subianto yang dipercaya untuk melanjutkan tugasnya sebagai menteri pertahanan periode 2019-2024. "Saya ucapkan selamat kepada Prabowo kawan saya, satu tingkat satu kompi sama-sama terus. Sekarang menggantikan saya alhamdulillah, kira-kira tidak beda jauh," kata Ryamizard Ryacudu, di sela-sela perpisahan dengan jajaran Kementerian Pertahanan.
Prabowo pun diyakini juga mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan Kementerian Pertahanan. "Dia (Prabowo) lebih tahulah, kita di tempat menyesuaikan. Saya di mana-mana menyesuaikan, di sini menyesuaikan dengan Kemenhan, bukan Kemenhan harus sesuaikan kita," ujarnya.

1 hour ago
3

















































