Lulusan Perguruan Tinggi Masih Menganggur, Universitas Binawan Perkuat Koneksi Global Dunia Kerja

9 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Tingginya angka pengangguran lulusan perguruan tinggi masih menjadi pekerjaan rumah dunia pendidikan di Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pengangguran terbuka lulusan pendidikan tinggi (Diploma IV, Sarjana, Magister, dan Doktor) mencapai 6,23 persen pada Februari 2025. Pemerintah juga menyebut sekitar 1,01 juta lulusan perguruan tinggi belum terserap dunia kerja.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan keterkaitan antara perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri melalui pendidikan yang adaptif, berbasis kompetensi, serta memiliki jejaring internasional.

Universitas Binawan menilai tantangan tersebut harus dijawab melalui penguatan kualitas lulusan, kolaborasi dengan industri, serta pembukaan akses karier hingga tingkat global. Dalam peringatan Dies Natalis ke-25 yang mengusung tema Anchored in Akhlaq, Driven by Digital Innovation, Positioned for the World, universitas tersebut menegaskan komitmennya membangun pendidikan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan kompeten, tetapi juga siap bersaing di pasar kerja internasional.

Berdasarkan hasil tracer study, sebanyak 93 persen lulusan Universitas Binawan memperoleh pekerjaan dalam waktu kurang dari enam bulan setelah lulus. Capaian tersebut didukung lebih dari 100 kerja sama aktif dengan perguruan tinggi, rumah sakit, institusi pemerintah, organisasi profesi, serta mitra industri di dalam maupun luar negeri.

Kolaborasi tersebut menjadi landasan pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri, peningkatan kualitas penelitian, pertukaran akademik, hingga perluasan akses karier bagi mahasiswa dan alumni.

Jejaring internasional itu juga tercermin dari kiprah alumninya. Hingga saat ini lebih dari 2.000 alumni Universitas Binawan telah bekerja di berbagai negara, terutama sebagai tenaga keperawatan profesional di Australia, kawasan Asia, Eropa, dan Timur Tengah. Pada 2026, universitas kembali memberangkatkan alumni untuk bekerja di Austria dan Australia sebagai bagian dari upaya memperluas peluang kerja tenaga profesional Indonesia di pasar global.

Selain memperkuat daya saing lulusan, Universitas Binawan juga meningkatkan kapasitas akademiknya. Pada 2026, universitas tersebut meraih predikat Klaster Utama Kapasitas Riset dan Inovasi serta menambah tujuh dosen bergelar doktor untuk memperkuat kualitas pendidikan dan penelitian.

Ketua Yayasan Binawan, Said Saleh Alwyni, mengatakan selama 25 tahun terakhir Universitas Binawan berupaya menjaga keseimbangan antara pembentukan karakter, penguasaan teknologi, dan kesiapan menghadapi kebutuhan dunia kerja.

"Dua puluh lima tahun bukan sekadar perjalanan waktu, melainkan perjalanan membangun kepercayaan dan menghadirkan manfaat melalui pendidikan. Kami bersyukur Universitas Binawan terus berkembang dengan tetap menjadikan akhlak sebagai fondasi utama, sekaligus mampu beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja. Ke depan, kami ingin semakin banyak lulusan Binawan yang memberikan kontribusi, baik di Indonesia maupun di berbagai belahan dunia," ujarnya.

Pelaksana Tugas Rektor Universitas Binawan, Prof. Henny Suzana Mediani, mengatakan peningkatan serapan lulusan, penguatan kapasitas riset, hingga semakin luasnya akses kerja internasasional menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dengan berbagai pemangku kepentingan.

"Keberhasilan meningkatkan tingkat serapan lulusan hingga 93 persen, bertambahnya dosen bergelar doktor, meningkatnya kapasitas riset ke Klaster Utama, hingga semakin luasnya peluang karier internasional merupakan indikator bahwa Universitas Binawan terus bergerak ke arah yang tepat. Kami akan terus memperkuat mutu pendidikan, menghasilkan riset yang relevan, serta membangun lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kompetensi global, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan," katanya.

Wakil Rektor Bidang Tata Kelola, Sumber Daya, dan Kemitraan Strategis Universitas Binawan, Farouk Abdullah Alwyni, mengatakan transformasi yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir merupakan bagian dari upaya memperkuat keterhubungan pendidikan tinggi dengan dunia kerja.

Menurut dia, sejak awal pendiriannya Universitas Binawan memang diarahkan untuk membangun ekosistem pendidikan yang terintegrasi dengan kebutuhan industri di tingkat nasional maupun internasional, dengan tetap berlandaskan nilai akhlak dan inovasi digital.

Sementara itu, Ketua Badan Pembina Universitas Binawan, Prof. Tri Hanggono Achmad, menilai perguruan tinggi memiliki tanggung jawab yang lebih besar daripada sekadar menghasilkan lulusan.

"Dies Natalis bukan hanya perayaan bertambahnya usia sebuah institusi pendidikan tinggi. Lebih dari itu, Dies Natalis merupakan momentum untuk mengevaluasi sejauh mana perguruan tinggi mampu menghasilkan lulusan berkualitas, melahirkan inovasi melalui riset, membangun karakter generasi muda, dan memberikan solusi bagi masyarakat. Perguruan tinggi yang unggul adalah perguruan tinggi yang mampu menghadirkan dampak nyata bagi pembangunan bangsa dan peradaban," ujarnya.

Memasuki usia ke-25, Universitas Binawan menyatakan akan terus memperkuat kolaborasi internasional, meningkatkan kapasitas riset dan inovasi, serta memperluas peluang kerja global sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |