Tumpukan Diduga Limbah Batu Bara Ditemukan di Wilayah Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat.
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Praktik pembuangan limbah batu bara secara asal-asalan diduga terjadi di wilayah Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat. Tumpukan diduga limbah batu bara itu mengancam kesehatan warga.
Berdasarkan pantauan Republika pada Senin (9/3/2026), terdapat dua titik tumpukan diduga material limbah diduga sisa pembakaran atau dikenal fly ash and bottom ash (FABA) itu di kawasan perkebunan Walini dekat jalan yang menghubungkan Desa Mandalasari menuju Kanangasari, Kecamatan Cikalowetan.
Lokasi pertama terdapat tumpukan karung berisi limbah batu barang yang menggunung. Kemudian tak jauh dari lokasi itu ada tumpukan limbah lainnya yang dibungkus menggunakan plastik. Bentuknya berupa gumpalan berwarna hitam dan biru. Bau tak sedap langsung tercium saat mencoba mendekati salah satu tumpukan tersebut.
Batu bara ini memicu polusi debu karena berterbangan tatkala diterpa angin kencang atau saat kendaraan bermotor melintas. Saat hujan turun, material limbah tersebut juga terbawa air masuk ke jalan serta kebun warga karena tanpa penghalang atau skema penyaringan. Lokasinya tak jauh dari Ruas Tol Cipularang KM 106.
"Memang udah agak lama yang di Mandalasari, tapi kalau yang di Kanangasari sepertinya baru empat hari kemarin ada," kata Burhan (40 tahun), salah seorang warga di lokasi.
Burhan mengatakan setiap hari bolak-balik kerja dari Kanangasari ke Padalarang melewati jalan yang jadi pembuangan ilegal limbah batu bara. Ia pun berharap pemerintah melakukan penanganan agar dampak negatif tak meluas.
"Kalau bagi saya yang lewat ini bau gak tahan. Terus cairannya kadang masuk ke jalan. Harapannya segera dibersihkan karena khawatir berdampak serius bagi lingkungan dan saya selaku pengguna jalan yang tiap hari lewat sini," ujar dia.

7 hours ago
3
















































