Liburan Bisa Berdampak Terhadap Kesehatan, Lakukan Tes Keseharan Setelah Lebaran

11 hours ago 2

TEMPO.CO, Jakarta - Setelah menjalani liburan, apalagi liburan panjang dan usai arus balik Lebaran, melakukan pemeriksaan kesehatan (medical check up) menjadi langkah penting untuk memastikan tubuh tetap dalam kondisi prima.

Selama liburan, pola makan yang kurang terkontrol, konsumsi makanan tidak sehat, kurang tidur, dan minimnya aktivitas fisik sering terjadi, yang semuanya berpotensi memengaruhi kesehatan secara keseluruhan. Pemeriksaan kesehatan pasca-liburan berguna untuk mendeteksi serta menangani gangguan kesehatan yang mungkin muncul.

Medical check up ini tidak hanya membantu mengembalikan pola hidup sehat, tetapi juga memberikan manfaat besar dalam mencegah dan mengendalikan risiko kesehatan di masa depan.

Menurut laman prodiaohi, [emeriksaan ini juga merupakan momen tepat untuk meninjau dampak liburan terhadap tubuh dan mengambil tindakan preventif bila diperlukan.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Beberapa orang berpotensi mengalami masalah kesehatan setelah menjalani mudik Lebaran. Berdasarkan informasi dari Kementerian Kesehatan serta berbagai sumber kesehatan, sejumlah penyakit yang sering muncul selama periode Lebaran antara lain:

- Tekanan darah tinggi (hipertensi) 
- Peningkatan kadar kolesterol (hiperkolesterolemia) 
- Kenaikan gula darah (hiperglikemia)  

Kondisi ini biasanya disebabkan oleh perubahan pola makan, seperti konsumsi makanan cepat saji selama perjalanan mudik atau saat perayaan Lebaran.

Selain itu, masyarakat juga cenderung menyantap hidangan yang tinggi lemak dan santan. Situasi ini membuat pola makan yang sebelumnya terkontrol menjadi tidak terkendali, ditambah lagi jika obat-obatan rutin tidak terbawa atau sudah habis selama perjalanan.

Oleh karena itu, penting untuk melakukan Medical Check Up (MCU) setelah mudik Lebaran guna memastikan tubuh tetap sehat. Pemeriksaan ini meliputi pengecekan tekanan darah, kadar kolesterol, dan gula darah, serta evaluasi terhadap kondisi kelelahan, nyeri sendi, dan gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), guna memastikan tidak ada penyakit yang berlanjut atau menular.

Pemeriksaan Gula Darah

Kebiasaan mengonsumsi makanan manis secara berlebihan selama Lebaran, seperti kue dan minuman bergula, bisa menyebabkan lonjakan gula darah. Tes gula darah diperlukan untuk mengetahui apakah ada potensi diabetes atau gangguan kesehatan lain yang perlu diperhatikan lebih lanjut.

Pemeriksaan Kolesterol

Setelah menikmati berbagai makanan tinggi lemak dan kolesterol, penting untuk mengecek kadar kolesterol dalam tubuh. Pemeriksaan ini berguna untuk mengetahui risiko penyakit jantung atau gangguan metabolik lainnya. Jika ditemukan kadar kolesterol tinggi, dokter biasanya akan menyarankan perubahan pola makan dan gaya hidup.

Pemeriksaan Jantung

Asupan makanan berlemak dan pola makan tidak teratur selama Lebaran dapat membebani kerja jantung. Pemeriksaan seperti EKG atau echocardiogram diperlukan untuk memastikan kondisi jantung tetap sehat dan berfungsi optimal. Ini juga bisa menjadi langkah awal untuk mencegah gangguan kardiovaskular.

Pengukuran Tekanan Darah

Konsumsi garam berlebih dan makanan olahan selama Lebaran dapat memicu naiknya tekanan darah. Pemeriksaan tekanan darah secara rutin sangat dianjurkan, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat hipertensi, untuk mencegah komplikasi serius.

Tes Fungsi Hati

Hati memiliki peran vital dalam metabolisme tubuh, dan bisa terpengaruh akibat konsumsi makanan yang tidak sehat. Tes fungsi hati dilakukan untuk mengevaluasi apakah organ ini tetap bekerja secara normal setelah menikmati berbagai hidangan khas Lebaran, termasuk dengan mengukur kadar enzim hati.

Pengecekan Berat Badan dan Indeks Massa Tubuh (IMT)

Dinukils dari hdmall, Peningkatan berat badan setelah Lebaran adalah hal yang umum. Oleh karena itu, memantau berat badan dan menghitung IMT dapat memberikan gambaran tentang kondisi tubuh secara keseluruhan. Jika terjadi lonjakan berat badan, hal ini bisa menjadi indikator perlunya penyesuaian pola makan dan olahraga.

Konsultasi Gizi

Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan, sebaiknya berkonsultasi dengan ahli gizi. Dengan panduan yang sesuai, Anda dapat menyusun kembali pola makan yang lebih sehat dan seimbang, disesuaikan dengan kondisi tubuh dan kebutuhan nutrisi Anda.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |