Bantah Kabar Naikkan Harga Tiket Setelah Lebaran, KAI Sebut Penyesuaian Tarif Tiket Sesuai Regulasi

15 hours ago 5

TEMPO.CO, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta bantah kabar naikkan harga tiket kereta api setelah Lebaran 2025. Perusahaan menegaskan tarif tiket yang berlaku tetap berdasarkan regulasi pemerintah. “Sistem tarif kereta api komersial ditetapkan berdasarkan tarif batas atas (TBA) dan tarif batas bawah (TBB) yang sudah diatur pemerintah,” kata Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, dalam keterangan tertulis, Sabtu, 5 April 2025.

Ixfan menjelaskan, sistem tersebut membuat KAI fleksibel menentukan harga tiket. Namun menurutnya, bisa tetap menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat terutama di masa ramai seperti musim mudik. “Tujuan pengaturan ini tidak hanya untuk melindungi konsumen, tetapi juga menjamin keberlanjutan layanan transportasi publik yang aman dan nyaman,” ujarnya.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Ia menambahkan tidak ada lonjakan harga di luar batas yang telah ditentukan Kementerian Perhubungan. Penyesuaian harga dilakukan secara transparan mengikuti mekanisme pasar, tetap dalam kisaran TBA-TBB.

Menurutnya, tiket komersial, seperti kelas eksekutif dan bisnis, disesuaikan berdasarkan permintaan pasar. Sedangkan tiket ekonomi bersubsidi tetap mendapat dukungan melalui skema public service obligation (PSO), sehingga tarifnya lebih terjangkau. “Dengan subsidi PSO dan pengawasan pemerintah, KAI terus berkomitmen menyediakan layanan yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Ixfan.

Sebelumnya beredar kabar masyarakat mengeluhkan kenaikan harga tiket kereta api untuk mudik lebaran 2025. "Masyarakat membelinya menjelang keberangkatan, sedangkan tiket mengacu pada sistem batas atas dan batas bawah. Kalau belinya H-45 berlaku tiket subclass batas bawah. Ada juga KA ekonomi tarif subsidi," ujarnya.

Jika melihat aturan tarif batas atas dan bawah milik PT KAI, KA Gumarang dari Stasiun Pasar Senen tujuan Stasiun Surabaya Pasar Turi misalnya untuk kelas eksekutif, TBB berada di Rp 280 ribu, sementara TBA Rp 860 ribu. Kelas bisnis TBB berada di Rp 200 ribu, sementara TBA berada di Rp 750 ribu. Sedangkan untuk kelas ekonomi TBB berada di Rp 120 ribu, dan TBA berada di Rp 550 ribu. 

Selain ada keluhan kenaikan harga tiket yang tak wajar, sejumlah penumpang juga mengeluhkan sistem pembelian tiket di aplikasi resmi KAI. Bayu, pemudik asal Bogor yang hendak menuju Ngawi, Jawa Timur, mengatakan harus berburu tiket sejak dini di aplikasi resmi KAI. "Hampir satu malam enggak tidur buat dapetin tiket doang. Dapatnya udah Subuh," katanya saat ditemui di Stasiun Pasar Senen, Jumat, 28 Maret 2025. Ia menilai sistem penjualan tiket masih menyulitkan masyarakat.

Gala, pemudik lainnya dengan tujuan Cilacap, Jawa Tengah juga mengaku kesulitan mendapatkan tiket mudik. "Susah banget, harus bener-bener war," tuturnya. "Susah, dari Pukul 00.00 WIB harus stand by." Meski begitu, menurutnya tiket untuk arus balik ke ibu kota tidak terlalu susah didapatkan.

Selain itu, Deni pemudik asal Bogor tujuan Jawa Barat mengaku kesulitan mengakses situs atau aplikasi resmi KAI untuk memesan tiket karena jaringan. "Kalau pake HP kayaknya loading gitu ya. Kalau pake laptop bisa. Kayaknya dari jaringan aplikasinya juga soalnya memang banyak yang akses," ujarnya. 

Ketua Bidang Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia, Aditya Dwi Laksana, menyoroti permasalahan dalam sistem tiket Kereta Api Indonesia (KAI) yang dinilai masih menyulitkan masyarakat saat mencari tiket mudik. Ia mengkhawatirkan kondisi ini bisa membuat masyarakat beralih ke moda transportasi pribadi.

"Untuk angkutan mudik, ada hal yang perlu di-improve oleh operator atau KAI. Selain kapasitas angkut terbatas, banyak calon penumpang yang kesulitan mengakses tiket. Ketika mencoba masuk ke sistem, ternyata alokasi kereta, kursi, atau jadwal tidak terbuka. Ada juga yang mengakses sistem KAI tetapi tidak menemukan opsi pembayaran. Ini salah satu dampak dari kegagalan sistem dalam mengakomodasi lonjakan permintaan," ujar Aditya dalam diskusi publik Mudik Senang di Jalan Tenang, di Kantor Tempo, Kamis, 14 Maret 2024.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |