Kodam VI/Mulawarman Pulihkan Ekosistem Pasca-Karhutla di Kaltim-Kaltara

11 hours ago 8

REPUBLIKA.CO.ID, BALIKPAPAN, – Kodam VI/Mulawarman bersama berbagai unsur terkait memulai upaya pemulihan ekosistem dan optimalisasi sumber air untuk mengembalikan kondisi lingkungan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara). Langkah ini merupakan respons atas kerusakan lingkungan yang terjadi selama periode kemarau.

Panglima Kodam (Pangdam) VI/Mulawarman, Mayjen TNI Krido Pramono, di Balikpapan, Sabtu (29/8), menyatakan bahwa upaya pemulihan pada bulan ini difokuskan pada penanaman pohon kembali di area bekas kebakaran, lahan gundul, serta bantaran sungai. Menurutnya, pemulihan vegetasi sangat penting untuk mengembalikan fungsi ekologis kawasan yang telah kehilangan tutupan pohon akibat karhutla.

Penanaman kembali ini dilakukan secara bertahap dengan melibatkan sinergi dari berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, ulama, serta masyarakat. Pangdam menekankan bahwa sinergi antarunsur tersebut tidak hanya krusial saat menghadapi bencana, tetapi juga dalam menjaga lingkungan dan menekan risiko karhutla yang dapat kembali muncul selama periode kemarau.

Optimalisasi Sumber Air

Selain penghijauan, pemerintah dan unsur terkait juga mengoptimalkan infrastruktur sumber air yang telah tersedia. Embung-embung yang sebelumnya dibangun kembali diaktifkan untuk mendukung ketersediaan air di tengah minimnya curah hujan. Ketersediaan sumber air dinilai krusial di tengah kondisi kemarau dan meningkatnya suhu lingkungan.

"Sumur-sumur bor yang telah kita bangun juga menjadi sumber air bersih, bahkan sampai dengan untuk pencegahan dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan," jelas Krido Pramono. Air tidak hanya dibutuhkan untuk keperluan masyarakat, tetapi juga vital untuk mendukung operasi pemadaman jika titik api kembali muncul.

Pendekatan Spiritual

Di sisi lain, upaya menghadapi kondisi kekeringan juga dilakukan melalui pendekatan spiritual. Doa bersama dan shalat istisqa digelar secara serentak di sejumlah wilayah Kaltim dan Kaltara untuk memohon turunnya hujan. "Karena kita juga tidak jauh dari kekurangan dan kelemahan. Hanya Allah Subhanahu wa Ta'ala yang memberikan bantuan, di antaranya hujan dan tercegah dari segala macam bencana," ujar Pangdam.

Mayjen TNI Krido Pramono menekankan bahwa menjaga lingkungan bukan semata tanggung jawab pemerintah dan aparat, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif dari seluruh lapisan masyarakat. Hal ini dapat diwujudkan melalui aksi nyata seperti menanam pohon, menjaga sumber air, dan tidak membakar lahan. Langkah komprehensif ini diharapkan dapat menjaga keberlanjutan fungsi lingkungan sekaligus mengurangi risiko bencana yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |