Kisah Delapan Perempuan Mesir Menginspirasi Busana Muslim Sambut Idul Fitri

6 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kisah keteguhan delapan perempuan dari Mesir menjadi inspirasi dalam perayaan menjelang Idul Fitri tahun ini. Nilai-nilai keberanian, kesabaran, dan keteguhan hati para tokoh tersebut diangkat dalam sebuah pergelaran busana muslim yang digelar di Ambarrukmo Plaza, Ahad (8/3/2026).

Delapan tokoh perempuan yang menjadi inspirasi tersebut antara lain Al-Qibtiyah, Masyitah, Ummu Musa, Miryam, Asiyah, Maryam, Hajar, hingga Sinai. Mereka dikenal dalam sejarah dan kisah-kisah keislaman sebagai sosok yang menunjukkan keteguhan iman serta keberanian menghadapi tantangan zaman.

Ibunda Nabi Musa, Ummu Musa, misalnya, menjadi salah satu figur yang kisahnya tercatat dalam Alquran. Keteguhan hatinya dalam menghadapi situasi sulit sering menjadi teladan bagi umat Islam hingga kini.

Tema keteguhan perempuan ini diangkat dalam Glam Meet Up Festival Elzatta yang menampilkan peragaan busana muslim keluarga menjelang Hari Raya. Selain peragaan busana, kegiatan tersebut juga menghadirkan berbagai aktivitas interaktif serta diskusi keislaman yang membahas peran perempuan dalam kehidupan modern.

"Untuk Raya 2026, kami menghadirkan Cahaya Keteguhan, sebuah persembahan yang terinspirasi dari keteguhan perempuan-perempuan berpengaruh di Mesir. Mereka yang berdiri tegak di tengah zaman, membawa cahaya perubahan,” ujar Head Designer Elcorps, Elzatta M Rizky Idham, dikutip dari siaran pers, Selasa (10/3/2026).

Setiap seri memadukan desain modern dan elegan dengan siluet anggun, pilihan warna dari nuansa lembut hingga bold, serta material dari katun hingga organza premium. Koleksi dirancang untuk ayah, ibu dan anak.

Dalam sesi diskusi, Ustazah Ghinan Rhinda menyoroti pentingnya meneladani nilai-nilai kesabaran dan keteguhan dari tokoh-tokoh perempuan dalam sejarah Islam. Diskusi tersebut juga menghadirkan figur publik Adelia Pasha, yang berbagi pandangan tentang dinamika kehidupan perempuan masa kini.

Rangkaian acara ditutup dengan penampilan penyanyi Marcell Siahaan yang membawakan sejumlah lagu menjelang waktu berbuka puasa. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian acara yang sebelumnya telah diselenggarakan di sejumlah kota di Indonesia. Selain menghadirkan hiburan dan peragaan busana, acara ini juga dimaksudkan sebagai ruang refleksi tentang keteguhan perempuan dalam sejarah Islam yang relevan dengan kehidupan masa kini.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |