Kerja Sama Energi Indo-Pasifik Dinilai Penting di Tengah Ketidakpastian Global

7 hours ago 5

Dua kapal Pertamina berhasil keluar dari zona konflik di Timur Tengah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Diplomasi energi Indonesia di kawasan Indo-Pasifik dinilai semakin penting di tengah ketidakpastian pasokan energi global. Seruan penguatan kolaborasi antarnegara disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam forum Indo-Pacific Energy Security Ministerial and Business (IPEM) di Tokyo, Jepang, Ahad (15/3/2026).

Sekretaris Bidang Kebijakan Ekonomi DPP Partai Golkar Abdul Rahman menilai, langkah tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem energi kawasan.

“Kami mendukung penuh langkah Menteri Bahlil. Kerja sama dan sinergi ini akan sangat penting dalam memperkuat posisi masing-masing negara dalam mewujudkan kemandirian energi,” kata Abdul Rahman melalui keterangannya, Senin (16/3/2026).

Abdul Rahman mengatakan, kolaborasi di sektor energi yang mencakup rantai pasok dari hulu hingga hilir dapat membantu mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya energi di kawasan Indo-Pasifik.

Menurut Abdul Rahman, Indonesia memiliki sejumlah modal untuk memainkan peran lebih besar dalam ekosistem energi kawasan, mulai dari kekayaan sumber daya alam, kapasitas industri, hingga peluang pengembangan energi baru dan terbarukan.

Ia menilai penguatan kerja sama lintas negara juga berpotensi memperkuat rantai pasok energi nasional sekaligus membuka peluang investasi dan transfer teknologi.

“Langkah yang ditempuh Menteri Bahlil ini bukan hanya soal kerja sama energi semata, tetapi juga tentang memperkuat posisi strategis Indonesia dalam peta energi kawasan. Jika kolaborasi ini terus diperkuat, Indonesia dapat menjadi salah satu pusat kekuatan energi di Indo-Pasifik,” kata Abdul Rahman.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |