KETUA Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengatakan mayoritas pelaku usaha atau industri memilih untuk melakukan efisiensi secara bertahap dalam menghadapi kondisi global yang semakin tidak menentu. Hal ini tercermin dalam survei Kadin Business Pulse Q1-2026. “Kalau saya lihat dari sisi dunia usaha memilih untuk bisa efisiensi untuk cepat kembali kepada pertumbuhan,” kata Anindya di Jakarta, Jumat, 24 April 2026, dikutip dari keterangan resmi.
Berdasarkan survei Kadin, sebanyak 33,9 persen responden memilih untuk melakukan efisiensi biaya operasional. Dengan demikian, prioritas utama perusahaan saat ini bukan ekspansi, melainkan mempertahankan kesehatan arus kas dan stabilitas usaha.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Sementara itu, 29,3 persen responden belum atau tidak melakukan langkah khusus. Proporsi yang besar ini menunjukkan bahwa cukup banyak pelaku usaha masih cenderung bersikap menunggu atau wait and see.
Kemudian, sebanyak 9,9 persen responden memilih mendiversifikasi mitra dagang; 9,5 persen meninjau kembali kontrak bisnis dan rantai pasok; 7,1 persen mendiversifikasi sumber bahan baku; 6,4 persen mengalihkan fokus pada permintaan domestik; dan 3,9 persen melakukan lindung nilai aset atau mata uang.
Menurut Anindya, konflik di Timur Tengah memberikan dampak yang signifikan bagi banyak negara, termasuk Indonesia. “Dampak paling terasa adalah kenaikan harga BBM yang kemudian merembet ke peningkatan biaya operasional. Namun, kondisi ini tidak diimbangi dengan kenaikan daya beli karena likuiditas saat ini juga sangat ketat,” ucapnya.
Berdasarkan survei Kadin, 20,9 persen responden mengatakan dampak utama yang dirasakan dari kondisi geopolitik adalah lonjakan harga energi dan komoditas. Kemudian disusul dengan penurunan permintaan pasar sebesar 16,2 persen; depresiasi nilai tukar rupiah sebesar 16,2 persen; meningkatnya risiko operasional usaha sebesar 11,8 persen; ketidakpastian kebijakan atau pasar global 11,5 persen; dan gangguan rantai pasok global 10,9 persen.















































