JD Vance Bantah Libanon Masuk Gencatan Senjata: Salah Paham

7 hours ago 1

WAKIL Presiden Amerika Serikat JD Vance pada Rabu mengklaim penghentian permusuhan di Libanon bukan bagian dari kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Seperti dilansir Sputnik, ia menyebut isu tersebut sebagai “kesalahpahaman”.

“Saya pikir ini berasal dari kesalahpahaman yang wajar. Saya pikir pihak Iran mengira bahwa gencatan senjata mencakup Lebanon, padahal tidak. Kami tidak pernah membuat janji itu,” kata Vance kepada wartawan sebelum bertolak ke Hungaria seperti dilansir Antara.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Kami tidak pernah mengindikasikan bahwa itu akan terjadi. Yang kami katakan adalah bahwa gencatan senjata akan difokuskan pada Iran dan pada sekutu Amerika, yaitu Israel dan negara-negara Arab Teluk,” ujar dia.

Namun, Pakistan, yang menjadi mediator selama negosiasi, menegaskan bahwa Amerika Serikat, Iran, dan sekutu mereka telah menerima gencatan senjata "di mana-mana", termasuk di Libanon.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya kepada PBS mengatakan bahwa penghentian konflik di Libanon tidak termasuk dalam kesepakatan karena keterlibatan kelompok Hizbullah. Trump menilai situasi di negara itu merupakan bagian dari “bentrokan terpisah.”

Militer Israel mengumumkan dimulainya rangkaian serangan terbesar terhadap target Hizbullah di Lebanon sejak awal eskalasi saat ini pada Rabu. Sedikitnya 354 orang tewas dan ribuan lainnya terluka di Libanon akibat serangan brutal Israel hanya dalam waktu satu hari.

Sementara itu, Kantor berita Iran, Tasnim, melaporkan bahwa Republik Islam Iran dapat menarik diri dari kesepakatan gencatan senjata dengan Amerika Serikat jika Israel terus melancarkan serangan ke Libanon.

Senada, Kantor berita Fars juga melaporkan bahwa Teheran telah menangguhkan lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz setelah serangan tersebut.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |