ITS Bikin Traktor Perahu Listrik untuk Lahan Gambut

21 hours ago 2

INSTITUT Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menciptakan inovasi traktor perahu listrik untuk pertanian lahan gambut. Traktor ini diklaim mampu memangkas biaya operasional secara signifikan dan hemat energi dibanding traktor berbahan bakar fosil.

Manajer Tim Bengkel Science Techno Park (STP) Otomotif, Prof. Bambang Sudarmanta, mengatakan inovasi ini berawal dari data yang menunjukkan bahwa produktivitas lahan gambut di Indonesia masih rendah. Mereka pun mencari solusi terhadap tantangan kondisi tersebut berupa traktor perahu listrik.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Berbeda dengan traktor pada umumnya, kendaraan ini didesain menyerupai bentuk kapal agar mampu bergerak optimal di atas lahan basah tanpa risiko tenggelam,” ujar Bambang lewat keterangannya, Selasa, 14 Juli 2026. 

Menurut Bambang, sistem elektrifikasi traktor perahu tersebut menggabungkan prinsip flotasi, mekanisasi pertanian, dan elektrifikasi guna meningkatkan produktivitas lahan. “Sistem ini akan meminimalisir degradasi struktur tanah, serta mendukung pertanian berkelanjutan yang rendah emisi,” tuturnya.

Guru Besar Teknik Mesin ITS tersebut menjelaskan bahwa traktor ini dirancang dengan fokus pada optimasi torsi tinggi, bukan kecepatan, sehingga traktor ini bisa memenuhi kebutuhan operasional membajak sawah. 

Bambang melanjutkan, secara teknis traktor ini digerakkan oleh motor listrik 10 kilowatt (kW) serta dilengkapi layar elektronik untuk memudahkan petani memantau kondisi baterai, pengontrol suhu, dan tegangan baterai secara real-time.

Bambang mengatakan bahwa traktor listrik ini jauh lebih hemat biaya dibandingkan traktor konvensional berbasis bensin atau solar karena sumber energi traktor ini memanfaatkan daya listrik yang murah dan mudah diakses di rumah warga. 

“Keunggulan lainnya ialah respons torsi yang instan saat gas diaktifkan, sehingga menghasilkan tenaga penuh secara langsung untuk menggemburkan tanah,” terang pakar teknik pembakaran dan bahan bakar tersebut. 

Terkait spesifikasi daya, traktor ini bekerja pada tegangan optimal sekitar 72 volt dan arus 32 Ampere, yang menghasilkan daya sekitar 10 kW dengan kapasitas baterai sebesar 140 Ampere per hour (Ah). Dengan demikian, traktor dapat digunakan selama 3 sampai 4 jam dalam kondisi penuh. 

“Berdasarkan hasil uji coba, traktor ini diestimasikan mampu membajak lahan seluas 1 hektare,” paparnya. 

Traktor ini juga diuji pada lahan 1 hektare yang memiliki dimensi lebar 100 meter dan panjang 100 meter. Dengan menggunakan bajak traktor selebar 1,8 meter, traktor ini memerlukan sebanyak 56 lintasan atau 5,6 kilometer untuk menyelesaikan area tersebut.

Bambang mengatakan tim terus melakukan pengembangan dan validasi. Pada uji coba langsung di sawah sebelumnya, tim menemui kendala teknis berupa panas berlebih sehingga diputuskan untuk menambahkan sistem pendingin sebagai komponen krusial yang baru.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |