Israel Umumkan Perluasan Serangan Darat ke Gaza

11 hours ago 3

TEMPO.CO, Jakarta - Israel mengumumkan peluncuran serangan darat baru di Gaza pada Jumat, 4 April 2025. Tim penyelamat mengatakan operasi militer Israel itu telah menewaskan sedikitnya 30 orang di seluruh wilayah Palestina sejak fajar hari itu.

Dilansir dari Arab News, Israel ingin merebut Gaza sebagai strategi untuk memaksa Hamas membebaskan sandera yang masih ditawan.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Pada saat yang sama, Israel telah meningkatkan serangan terhadap Lebanon dan Suriah. Mereka meluncurkan serangan di kota Sidon di Lebanon selatan yang menewaskan seorang komandan Hamas bersama putranya, yang juga merupakan anggota sayap bersenjata kelompok militan tersebut.

Di Gaza, militer Israel mengatakan pasukan darat telah mulai melakukan operasi di wilayah Shujaiya "untuk memperluas zona keamanan".

Seorang tenaga medis di Rumah Sakit Nasser, Gaza, Elena Helles, mengatakan bahwa serangan tunggal Israel di Khan Yunis menewaskan sedikitnya 25 orang. 

"Situasinya sangat berbahaya, dan ada kematian yang menghampiri kita dari segala arah," kata Elena Helles dikutip dari Arab News

Elena juga menambahkan bahwa dia dan keluarganya terjebak di rumah saudara perempuannya di Shujaiya.

Menteri Pertahanan Israel Katz mengatakan pada hari Rabu bahwa Israel akan meningkatkan kehadiran militernya di dalam Jalur Gaza untuk "menghancurkan dan membersihkan wilayah itu dari teroris dan infrastruktur teroris".

Katz mengatakan bahwa operasi itu akan merebut wilayah yang luas yang akan dimasukkan ke dalam zona keamanan Israel. Dia tidak menyebutkan berapa banyak wilayahnya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan tentaranya membagi Gaza dan "merebut wilayah" untuk memaksa Hamas membebaskan sandera Israel yang tersisa yang ditangkap dalam serangan kelompok militan itu pada  Oktober 2023 terhadap Israel yang memicu perang Gaza.

Pada Kamis lalu, badan pertahanan sipil Gaza mengatakan sedikitnya 31 orang, termasuk anak-anak, tewas dalam serangan Israel terhadap sebuah sekolah yang berfungsi sebagai tempat penampungan bagi warga Palestina yang mengungsi.

Juru bicara badan tersebut Mahmud Bassal mengatakan bahwa perempuan dan anak-anak termasuk di antara yang tewas, sementara enam orang masih belum diketahui keberadaannya dalam serangan terhadap Sekolah Dar Al-Arqam di lingkungan Al-Tuffah, timur laut Kota Gaza.

"Salah satu yang hilang adalah seorang wanita hamil yang sedang mengandung anak kembar," ujarnya.

Berkenaan dengan itu, militer Israel mengatakan telah menyerang "pusat komando dan kendali Hamas di wilayah Kota Gaza." Tidak jelas apakah itu serangan yang sama yang menghantam sekolah tersebut.

"Itu seperti Hari Penghakiman. Mereka mengebom kami dengan rudal dan semuanya menjadi gelap. Kami mulai mencari anak-anak dan barang-barang kami tetapi semuanya hilang. Kami tidak dapat menemukan anak-anak kami," tutur Raghda Al-Sharafa, yang termasuk di antara warga sipil yang mengungsi yang berlindung di gedung-gedung sekolah.

Kementerian Kesehatan Gaza yang dikuasai Hamas mengatakan 1.249 orang telah tewas di wilayah Palestina tersebut sejak Israel melanjutkan pengeboman hebat pada 18 Maret, sehingga jumlah korban tewas secara keseluruhan sejak perang dimulai menjadi 50.609.

Militer Israel mengklaim pada Kamis lalu telah menyerang lebih dari 600 "target teroris" di seluruh Jalur Gaza sejak pertempuran dimulai kembali.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |