Dalam gambar yang disediakan oleh Angkatan Laut AS, kapal pendarat amfibi USS Carter Hall dan kapal serbu amfibi USS Bataan transit di selat Bab al-Mandab, di Laut Merah.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Seorang pejabat militer senior Iran kepada Al Jazeera, Kamis (12/3/2026) mengatakan, bahwa jika Amerika Serikat (AS) melakukan sebuah kesalahan strategis, selat lain akan berada dalam situasi yang sama dengan Selat Hormuz. Dalam laporannya, Al Jazeera tidak menyebut identitas pejabat militer itu dan tidak mengelaborasi selat yang dimaksud.
Dapat diduga selat lain yang dimaksud adalah Selat Bab al-Mandab di Laut Merah. Iran bisa saja menggunakan bantuan dari kelompok Houthi di Yaman yang selama ini menjadi sekutu.
Kelompok Houthi diketahui pernah menargetkan kapal-kapal milik, berbendera, maupun dioperasikan Israel atau menuju pelabuhan negara itu di Laut Merah dan Teluk Aden dengan rudal dan drone sebagai bentuk solidaritas terhadap Gaza, yang berada di bawah genosida Israel sejak 7 Oktober 2023. Namun sejak perang AS-Israel dan Iran pecah pada 28 Februari 2026, kelompok Houthi hingga kini belum melibatkan diri.
Pada Rabu (11/3/2026), Iran dilaporkan mulai menyebar ranjau laut di Selat Hormuz, menurut dua sumber di kalangan intelijen Amerika Serikat (AS) dikutip CNN. Menurut laporan CNN, belum terlalu banyak ranjau yang disebar Iran namun penyebaran sudah dilakukan beberapa hari terakhir.
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), yang kini secara efektif mengendalikan Selat Hormuz bersama dengan Angkatan Laut Iran, memiliki kemampuan untuk mengerahkan serangkaian kapal penebar ranjau, kapal bermuatan bahan peledak, dan baterai rudal yang tersebar di pantai. Sebelumnya, IRGC sudah mengingatkan bahwa kapal yang berani melintasi Selat Hormuz akan diserang dan selat itu telah ditutup oleh Iran sejak perang dimulai.
Sumber CNN menggambarkan situasi Selat Hormuz saat ini seperti sebuah "lembah kematian" menimbang risiko yang muncul dari aktivitas perlintasan kapal. Pejabat AS pada Selasa (10/3/2026) mengatakan bahwa Angkatan Laut AS tidak melakukan pengawalan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz, meski sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia mempertimbangkan opsi pengawalan itu.

1 hour ago
1














































