Indonesia Butuh Pembiayaan Rp 8.600 Triliun untuk Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi 2027

1 hour ago 3

Target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027 di kisaran 5,8—6,5 persen yang dicanangkan pemerintah disinyalir membutuhkan pembiayaan sekitar Rp 8.600 triliun. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027 di kisaran 5,8—6,5 persen yang dicanangkan pemerintah disinyalir membutuhkan pembiayaan sekitar Rp 8.600 triliun. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong daerah di seluruh Indonesia untuk menggali potensi pengembangan pembiayaan baru guna mendukung hal itu.

“Kalau kita melihat target pertumbuhan ekonomi di tahun 2027, data dari Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) menyampaikan bahwa Indonesia butuh angka yang cukup besar untuk pembiayaan guna mendukung sektor pertumbuhan ekonomi kita, mungkin sekitar Rp 8.600-an triliun,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dalam acara Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah (KNPED) di Jakarta, Senin (25/5/2026).

Friderica atau kerap disapa Kiki menjelaskan, ekonomi yang berhasil tumbuh cukup tinggi di antaranya karena kontribusi pengembangan ekonomi di daerah. Seperti capaian pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 di angka 5,61 persen (yoy) yang terbilang tinggi di tengah gejolak global, pengembangan ekonomi di daerah membantu menjadi penopang.

“(Diharapkan) agenda strategis ke depan bisa memperkuat peran sektor jasa keuangan sebagai akselerator pertumbuhan ekonomi daerah melalui pembiayaan yang lebih inklusif, produktif, dan tepat sasaran, khususnya pada sektor-sektor unggulan berbasis potensi lokal,” tuturnya.

Lebih lanjut, Kiki menerangkan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia sejatinya masih berada di bawah potential growth level yang dibutuhkan untuk membawa Indonesia naik kelas menjadi negara maju. Untuk mencapai itu, dibutuhkan mesin-mesin pertumbuhan yang lebih solid dan baru, ditunjang dengan basis pembiayaan yang dalam dan beragam, serta terus menjaga kepercayaan konsumen dan masyarakat.

“Dalam konteks ini, sektor jasa keuangan dituntut untuk memainkan peran yang lebih strategis, yang tidak hanya dipandang semata-mata sebagai sarana investasi untuk masyarakat, tetapi juga sebagai alternatif utama sumber pembiayaan jangka panjang dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” jelasnya.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |