Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam

9 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah bersama Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) dan Maybank Syariah resmi meluncurkan Aplikasi Sedekah Subuh, sebuah inovasi digital yang dirancang untuk memudahkan masyarakat menunaikan sedekah secara rutin sekaligus memperkuat tata kelola filantropi Islam yang profesional, transparan, dan berdampak.

Ketua Umum DPP Hidayatullah, KH Naspi Arsyad mengatakan, peluncuran Aplikasi Sedekah Subuh menjadi tonggak kolaborasi antara organisasi dakwah, lembaga amil zakat, dan sektor perbankan dalam membangun budaya berbagi yang lebih mudah dijangkau melalui teknologi digital. Mengusung tagline "Satu Klik Sedekah Subuh, Sejuta Manfaat untuk Umat" aplikasi ini diharapkan mampu mendorong masyarakat membangun kebiasaan bersedekah setiap pagi dengan sistem yang praktis, aman, dan akuntabel.

Kiai Naspi menyampaikan bahwa transformasi digital harus dimanfaatkan untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam gerakan filantropi Islam. Menurutnya, Indonesia memiliki modal sosial yang sangat besar berupa budaya zakat, infak, sedekah, wakaf, termasuk tradisi bersedekah pada waktu subuh. Potensi tersebut perlu didukung dengan sistem digital yang memudahkan masyarakat untuk menyalurkan kebaikannya secara berkelanjutan.

"Indonesia selama ini dikenal sebagai salah satu negara dengan tingkat kedermawanan masyarakat yang tinggi. Hari ini, teknologi harus menjadi wasilah untuk memperkuat budaya berbagi dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi umat," kata Kiai Naspi saat peluncuran Aplikasi Sedekah Subuh di Jakarta, Rabu (15/7/2026)

Kiai Naspi menegaskan kolaborasi antara organisasi induk Hidayatullah, bersama BMH, dan Maybank Syariah ini menjadi contoh sinergi lintas sektor dalam mengembangkan ekosistem filantropi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

"Kami berharap gerakan ini menjadi penghubung antara semangat masyarakat untuk berbagi dengan pengelolaan dana sosial yang semakin profesional, transparan, dan terpercaya," ujarnya.

Di tempat yang sama, Direktur Laznas BMH, Supendi menjelaskan bahwa Gerakan Subuh Bersedekah lahir dari kebutuhan menghadirkan solusi atas tantangan yang selama ini dihadapi para donatur.

Ia merasa banyak masyarakat memiliki keinginan untuk bersedekah secara rutin, namun sering kali tertunda karena kesibukan atau sulitnya mengakses kanal donasi pada saat yang tepat.

"Yang kami bangun bukan hanya aplikasi ataupun QRIS. Yang ingin kami bangun adalah sebuah gerakan, yaitu membiasakan masyarakat memulai hari dengan bersedekah sehingga berbagi menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari," ujar Supendi.

Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat menentukan komitmen sedekah harian, mingguan, Jumat, maupun bulanan, memilih nominal sesuai kemampuan, melakukan pembayaran secara digital, hingga memperoleh pengingat dan laporan penyaluran dana secara berkala.

Lebih lanjut, Supendi menuturkan pihaknya juga menghadirkan fitur QRIS Personal Campaign, yakni identitas QRIS yang dapat dimiliki individu, komunitas, sekolah, masjid, maupun mitra usaha sebagai media mengajak masyarakat bersedekah.

"Harapan kami, setelah peluncuran ini lahir ribuan penggerak kebaikan yang mengajak keluarga, sahabat, hingga komunitasnya membiasakan Sedekah Subuh setiap hari," jelasnya.

Lewat kerja sama ini, Maybank Syariah menyuntikkan kapabilitas teknologi digitalnya ke dalam platform komunikasi dan donasi yang dimiliki oleh Hidayatullah dan lembaga amil zakat resminya, BMH. Salah satu terobosan utama yang dihadirkan adalah integrasi fitur pembayaran QRIS untuk memangkas hambatan biaya transaksi perbankan.

Direktur Maybank Syariah, Romy Hardiansyah, menjelaskan bahwa kehadiran fitur QRIS yang terintegrasi langsung di aplikasi ini menjadi solusi konkret atas masalah biaya administrasi yang kerap membebani donatur saat melakukan transfer antarbank.

"Biasanya kalau mengirim uang dan banknya berbeda dengan bank yang dipakai oleh Hidayatullah atau BMH, itu ada ongkosnya Rp5.000 atau Rp10.000 melalui LLG atau RTGS. Dengan sistem baru ini, ongkos-ongkos tersebut sudah sangat diefisiensikan," ujar Romy.

Melalui integrasi ini, aplikasi akan langsung menghasilkan (generate) kode QRIS khusus bagi setiap donatur. Efisiensi ini memastikan bahwa nominal dana yang dikeluarkan oleh donatur dapat dialokasikan secara utuh tanpa potongan sepeser pun.

"Jadi lebih banyak dari dananya itu memang [utuh] untuk masyarakat yang memerlukannya. Itu salah satu keunggulannya," tambahnya.

Selain menekan biaya, aspek kepraktisan menjadi sorotan utama. Donatur kini dapat menunaikan sedekah kapan saja dan di mana saja secara instan. Kehadiran pembayaran digital ini menghapus batasan fisik yang selama ini mengharuskan masyarakat berada di lokasi tertentu untuk berdonasi.

"Ini bisa dilakukan dari rumah, dari sekolah, dari tempat pekerjaan, atau saat aktivitas sehari-hari. Tidak harus waktu kita pas lagi ada di masjid atau lagi di daerah-daerah tertentu yang ada kotak amal," kata Romy.

Untuk mendukung inklusi finansial ini, Maybank Syariah juga telah menyediakan sistem pembukaan rekening yang 100 persen berbasis online. Calon donatur cukup mengunduh aplikasi BMH atau Hidayatullah secara digital dan melakukan registrasi tanpa perlu repot datang ke kantor cabang bank fisik.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |