Pakar nilai harga minyak dunia masih berpotensi naik ke 130 dolar AS.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Pakar energi dari Universitas Padjajaran, Yayan Satyakti, mengungkapkan bahwa harga minyak dunia masih berpotensi naik hingga 130 dolar AS per barel apabila ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran semakin memanas. Pernyataan ini diungkapkan Yayan saat dihubungi dari Jakarta pada Selasa.
Harga minyak dunia sebelumnya mengalami penurunan setelah Amerika Serikat mengeluarkan pasokan minyak yang cukup besar. Namun, menurut Yayan, penurunan ini hanya bersifat sementara. Ketegangan yang terus meningkat dapat mendorong harga minyak naik kembali.
Harga minyak mentah jenis Brent sempat mencapai 118 dolar AS per barel, angka tertinggi sejak Juni 2022, sebelum turun ke 80-85 dolar AS per barel setelah adanya pembahasan oleh para menteri energi dari kelompok G7 mengenai pelepasan cadangan minyak secara terkoordinasi. Penurunan ini juga dipicu oleh pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang menyebut operasi militer terhadap Iran sudah "sangat lengkap".
Meski demikian, Iran menolak gencatan senjata sebelum pihak penyerang diberi pelajaran, seperti diungkapkan oleh Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf. Hal ini menambah ketidakpastian dan potensi kenaikan harga minyak dunia.
Yayan menyatakan bahwa jika Amerika Serikat mengirim pasukan darat ke Iran, ini akan menyebabkan kerusakan infrastruktur dan mengganggu jaringan rantai pasok. Situasi ini dapat membuat Amerika Serikat berambisi menduduki Iran dalam jangka waktu lebih dari setahun, mengingat pengalaman di Irak dan Afghanistan.
Berdasarkan analisis Yayan, Amerika Serikat memiliki kepentingan untuk menggeser pasar minyak Timur Tengah ke negaranya sebesar 20 persen, dengan tujuan menekan harga minyak pada pertengahan atau akhir 2026. Ambisi ini juga terlihat saat AS menyerang Venezuela pada awal tahun yang sama.
Harga minyak dunia yang lebih rendah diharapkan dapat membuat biaya rantai pasok AS menjadi lebih murah dan efisien, ungkap Yayan.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

13 hours ago
8















































