Gresik Dukung Hilirisasi Tembaga dan Emas Terintegrasi, Perkuat Kawasan Industri Strategis Nasional

7 hours ago 4

INFO NASIONAL - Pemerintah Kabupaten Gresik terus memperkuat perannya dalam mendukung program hilirisasi nasional melalui pengembangan industri berbasis nilai tambah. Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani pun hadir dalam kegiatan groundbreaking proyek hilirisasi tahap kedua yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto secara hybrid, Rabu, 29 April 2026.

Kegiatan tersebut dilaksanakan serentak di 13 titik di Indonesia, dengan pusat kegiatan berada di Cilacap. Di Gresik dipusatkan di kawasan KEK JIIPE yang menjadi lokasi strategis pengembangan hilirisasi tembaga dan emas terintegrasi.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Proyek di Gresik menjadi salah satu dari 13 proyek strategis nasional fase kedua dengan total investasi mencapai sekitar Rp116 triliun. Secara khusus, hilirisasi di Gresik mencakup dua komoditas utama, yaitu tembaga dan emas, yang dikembangkan dalam satu ekosistem industri terintegrasi berbasis BUMN.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa hilirisasi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Hilirisasi adalah jalan menuju kebangkitan dan kemajuan bangsa Indonesia. Ini merupakan proyek besar dan bersejarah,” kata Prabowo.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengatakan, hilirisasi menjadi awal perjalanan panjang menuju Indonesia maju melalui kolaborasi lintas sektor. Adapun, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, dalam laporannya menjelaskan bahwa program hilirisasi ini terbagi dalam beberapa fase, dengan total sekitar 30 proyek strategis nasional yang akan dikembangkan ke depan.

Menurut dia, pengembangan hilirisasi tembaga dan emas di Gresik dilakukan secara terintegrasi mulai dari hulu hingga hilir. Prosesnya meliputi pengolahan konsentrat tembaga di smelter, produksi lumpur anoda, hingga pemurnian menjadi emas batangan dan produk logam mulia.

Selain itu, proyek ini juga mencakup pengembangan fasilitas industri lanjutan, seperti, brass mill dan brass cup dengan kapasitas awal hingga 10.000 ton per tahun; produksi batang tembaga, kawat tembaga, dan pipa tembaga; dan penguatan manufaktur logam mulia dalam negeri.

Seluruh ekosistem ini didukung oleh sinergi BUMN seperti MIND ID, PT Freeport Indonesia, Antam, Pindad, hingga Pelindo, serta ditopang keunggulan kawasan JIIPE yang memiliki kawasan industri terintegrasi, akses logistik dan pelabuhan, konektivitas multimoda, dan perizinan dan layanan terpadu.

Pemerintah Kabupaten Gresik menilai proyek ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat struktur ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing industri nasional. Dengan hadirnya hilirisasi tembaga dan emas terintegrasi ini, Gresik semakin menegaskan posisinya sebagai pusat industri berbasis nilai tambah dan bagian penting dalam peta hilirisasi nasional menuju Indonesia maju. (*)

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |