Filsafat, Al-Azhar, dan Merawat Akal yang 'Terbuka'

5 hours ago 2

Suasana Masjid Al-Azhar yang terletak di kawasan Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir. (Republika/Agung Supriyanto)

Oleh : KH Imam Jazuli Lc., MA

REPUBLIKA.CO.ID,  Seringkali, di ruang-ruang pesantren atau majelis taklim dan panggung dakwah, filsafat dituduh sebagai "biang kerok" kesesatan. Ia dianggap sebagai aktivitas akal yang kebablasan, yang berpotensi meruntuhkan iman. Bahkan sering disebut dampaknya bisa liberal dan sekuler.

Namun, jika kita menyelami lebih dalam—sebagaimana yang diajarkan oleh para guru besar di al-Azhar, Mesir—justru di situlah kita menemukan "kunci" untuk memahami bahwa iman tanpa rasionalitas adalah buta, sementara rasionalitas tanpa wahyu adalah pincang.

Belajar filsafat, terutama di tengah iklim akademik Al-Azhar, bukanlah upaya mengganti al-Qur'an dengan logika Aristoteles. Sebaliknya, ini adalah ikhtiar untuk mendudukkan teks suci dalam konteks zaman yang dinamis.

Saya pribadi adalah salah satu yang bersyukur bisa mencicipi "racun" sekaligus "penawar" bernama filsafat. Belajar filsafat, khususnya di Al-Azhar, melatih kita untuk tidak gampang mengkafirkan, tidak cepat menghakimi, dan tidak kaku dalam beragama. Filsafat memaksa kita untuk memiliki open-mindedness (pikiran terbuka).

Al-Azhar Kairo, dengan lorong-lorongnya yang penuh tumpukan buku murah dan penuh sejarah, memaksa saya bertemu dengan berbagai pemikiran, dari mistisisme Ibnu Arabi yang mendalam hingga rasionalisme Ibnu Rusyd dan krititisme Hasan Hanafi yang tajam. Di sini, saya belajar bahwa Islam adalah peradaban yang kaya, bukan sekadar daftar haram-halal.

Dengan ilmu filsafat membuat kita sadar bahwa "kebenaran" tidak selalu berbentuk tunggal. Ada ruang-ruang ijtihad yang luas. Saat kita berhenti berfilsafat, saat itulah kita berhenti berpikir, dan saat itulah agama menjadi kering, bahkan nampak kaku dan jumud, mirip doktrin gereja di abad pertengahan.

Disclaimer: Pandangan yang disampaikan dalam tulisan di atas adalah pendapat pribadi penulisnya yang belum tentu mencerminkan sikap Republika soal isu-isu terkait.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |