Dulu Setia Kini Melawan, Eks Pengacara Trump Incar Dana Kompensasi Rp28 Triliun

1 day ago 7

Michael Cohen, eks pengacara Donald Trump.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan pengacara pribadi Michael Cohen berencana mengajukan permohonan kompensasi dari “Dana Anti-Persenjataan” milik Departemen Kehakiman Amerika Serikat yang kontroversial. Cohen mengaku dirinya menjadi salah satu korban penggunaan aparat hukum untuk kepentingan politik.

Dana senilai 1,776 miliar dolar AS itu diumumkan pekan ini sebagai bagian dari penyelesaian gugatan Presiden Donald Trump terhadap Internal Revenue Service terkait kebocoran laporan pajak Trump.

Dalam pernyataannya kepada media di Amerika, Cohen mengatakan ia sedang menyiapkan surat permohonan resmi kepada Departemen Kehakiman. Ia menilai dasar gugatan Trump terhadap pemerintah sama dengan apa yang dialaminya selama bertahun-tahun.

“Dasar hukum yang digunakan Trump untuk mengajukan gugatan senilai 10 miliar dolar AS adalah penyebab gugatan yang sama yang juga telah memengaruhi saya,” kata Cohen.

Ia mengklaim kasus yang menimpanya telah menghancurkan lisensi hukumnya, kondisi finansial, hubungan bisnis, hingga kehidupan keluarganya.

Cohen bahkan menyebut dirinya kemungkinan akan menjadi “kasus uji coba” pertama bagi implementasi dana tersebut. Dalam draf surat yang dikutip media AS, Cohen menyatakan dirinya menjadi korban “penuntutan selektif, kebocoran pemerintah, penyalahgunaan kekuasaan, dan penghancuran reputasi yang disengaja.”

Cohen pernah menjadi salah satu orang paling dekat dengan Trump sebelum kemudian berbalik menjadi pengkritik keras mantan presiden AS tersebut. Ia dijatuhi hukuman tiga tahun penjara pada 2018 setelah mengaku bersalah atas pelanggaran pendanaan kampanye terkait pembayaran kepada perempuan yang mengaku memiliki hubungan dengan Trump.

Ia juga sempat dipenjara karena berbohong kepada Kongres mengenai proyek Trump Tower Moscow yang diselidiki jaksa khusus Robert Mueller.

Dalam sidang pembacaan hukumannya, Cohen menyebut loyalitasnya kepada Trump sebagai kelemahan terbesar dalam hidupnya.

“Kelemahan saya dapat digambarkan sebagai loyalitas buta kepada Donald Trump,” ujar Cohen saat itu.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |