REPUBLIKA.CO.ID, MAJALENGKA -- Persatuan Ummat Islam (PUI) mendukung agar Kepolisian Negara Republik Indonesia tetap berada langsung di bawah Presiden demi menjaga stabilitas nasional. Ketua Umum DPP PUI, Ust H Raizal Arifin, mengatakan, harus ada perbaikan yang istiqomah dalam menjaga keamanan dan stabilitas negara.
“Bagi PUI, agenda perbaikan harus istiqomah dan berkesinambungan, termasuk dalam menjaga keamanan dan stabilitas bangsa. Sikap PUI sangat jelas dan tegas, yakni kita mendukung sepenuhnya Polri tetap langsung di bawah Presiden,” ujar Raizal saat puncak resepsi milad ke-108 PUI di Pondok Pesantren Santi Asromo, Desa Pasirayu, Kabupaten Majalengka, Senin (23/2/2026). Kegiatan itu dihadiri ribuan jamaah dari berbagai daerah di Indonesia.
Ia pun mengaku telah meminta Wakil Ketua Umum PUI, Irfan Ahmad Fauzi, untuk mengirimkan surat sikap resmi PUI kepada presiden, menteri sekretaris negara, ketua DPR RI, dan ketua Komisi III DPR RI. Raizal berharap, institusi kepolisian di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo semakin profesional, adil, dan mengayomi masyarakat sejalan dengan semangat Presisi.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan rasa syukur atas eksistensi PUI yang mampu bertahan dan berkembang selama lebih dari satu abad. Menurutnya, capaian tersebut merupakan buah dari keikhlasan serta visi kuat para pendiri dan generasi terdahulu dalam merawat organisasi.
Raizal juga menegaskan kembali pentingnya gerakan islah (perbaikan) sebagai ruh utama dalam dakwah, pendidikan, dan kerja-kerja sosial PUI.
“Islah adalah ruh, semangat, dan agenda dalam kerja-kerja PUI. Kalau disepadankan, kata islah bisa dimaknai sebagai impact atau dampak. PUI tidak hanya bekerja melakukan kebaikan, tetapi satu level lebih tinggi, yaitu menghadirkan perbaikan yang nyata dan terukur,” tegasnya.
Raizal pun menyatakan komitmen PUI untuk berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui penyiapan generasi unggul dan berakhlak. Menurutnya, semangat islah menuntut PUI untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Perbaikan membutuhkan kolaborasi banyak pihak, terutama untuk menuju Indonesia Emas 2045 yang tinggal 19 tahun lagi. Sebagai pewaris perjuangan pendiri bangsa dan pahlawan nasional, PUI harus berada di garis terdepan melakukan perbaikan di berbagai sektor kehidupan,” katanya.

1 hour ago
2
















































