DPRD dorong pariwisata Kota Bogor lepas dari ketergantungan APBD.
REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR, – DPRD Kota Bogor mendorong sektor pariwisata Kota Bogor untuk tidak bergantung sepenuhnya pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Hal ini diungkapkan dalam rapat kerja antara DPRD dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) di Gedung DPRD Kota Bogor, Selasa.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Fajar Muhamad Nur, menyoroti ketimpangan anggaran promosi pariwisata yang dinilai masih sangat minim, meskipun promosi merupakan ujung tombak untuk menarik kunjungan wisatawan. Fajar menegaskan perlunya inovasi kebijakan untuk mengatasi keterbatasan anggaran, termasuk mengembangkan pariwisata dengan pembiayaan di luar APBD.
Komisi IV mengarahkan Disparbud untuk menggelar lebih banyak event yang konsisten dan berkualitas dengan melibatkan komunitas serta pihak swasta. Fajar memproyeksikan, setelah verifikasi, setidaknya 90 event berkualitas dapat digelar setiap tahun.
Selain itu, DPRD menyoroti potensi kawasan Mulyaharja, khususnya Saung Eling, yang memiliki nilai sejarah peninggalan kerajaan dan dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata edukasi dan budaya.
Fajar juga mengingatkan pentingnya persiapan matang untuk menyambut Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), agar atlet dan ofisial juga berwisata di Bogor. Kepala Disparbud Kota Bogor, Firdaus, menyatakan kesiapan jajarannya untuk mengembangkan sektor pariwisata meski di tengah keterbatasan anggaran.
Saat ini, terdapat 56 event dalam daftar resmi Disparbud, dengan 10 di antaranya ditetapkan sebagai agenda unggulan yang bertujuan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menarik wisatawan.
Firdaus menegaskan bahwa kolaborasi dengan komunitas dan pihak swasta sangat penting untuk memastikan pengembangan pariwisata tidak bergantung penuh pada APBD. "Kami berkolaborasi dengan pihak ketiga dan komunitas agar pariwisata Kota Bogor semakin dikenal luas," ujarnya.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

4 hours ago
3














































