Dirjen Kemenlu: Korsel Mitra Strategis Jangka Panjang RI

5 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Indonesia menegaskan, Korea Selatan (Korsel) tetap menjadi salah satu mitra strategis utama Indonesia di kawasan Indo-Pasifik. Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemenlu, Santo Darmosumarto menyatakan, hubungan kedua negara memiliki dimensi strategis yang semakin luas, mulai dari ekonomi, industri pertahanan, hingga penguatan stabilitas kawasan.

Menurut Santo, Korsel bukan sekadar mitra ekonomi, tetapi telah berkembang menjadi special strategic partner bagi Indonesia dengan hubungan historis yang kuat. "Korea Selatan selalu menjadi negara strategis bagi Indonesia," ujarnya di Jakarta, Senin (18/5/2026).

"Tidak hanya karena investasi dan perdagangan, tetapi juga kerja sama yang bersifat historis, termasuk pengalaman demokratisasi, governance, hingga pembelajaran pembangunan ibu kota baru," ucap Santo menambahkan.

Dalam arsitektur geopolitik Indo-Pasifik yang semakin kompetitif, sambung dia, Indonesia dan Korsel dipandang memiliki posisi serupa sebagai middle power yang berperan menjaga keseimbangan kawasan. Santo menjelaskan, kedua negara bersama Australia pernah dikenal dalam konsep kerja sama negara menengah "KIA" (Korea, Indonesia, Australia), kelompok negara yang memiliki perspektif sejalan dalam menjaga stabilitas regional.

"Negara-negara middle power dapat menjadi motor kerja sama kawasan sekaligus penyeimbang di tengah dinamika kekuatan besar seperti Amerika Serikat, Tiongkok, maupun Jepang," jelas Dubes RI untuk Kamboja periode 2023-2026 tersebut.

Pascakunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Seoul beberapa waktu lalu, pemerintah menegaskan tidak ada perubahan dalam cara Indonesia memandang Korsel. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Indonesia untuk memastikan negeri Ginseng tetap berada di “halaman pertama” diplomasi ekonomi dan strategis Indonesia.

"Kunjungan Presiden membawa sinyal yang sangat jelas bahwa Korea Selatan tetap menjadi destinasi penting bagi Indonesia, baik dalam investasi, perdagangan, industrialisasi, maupun kerja sama pertahanan," kata Santo dalam acara sosialisasi Lomba Menulis yang diselenggarakan Indonesia Strategic and Defence Studies (ISDS) bertema "Kemitraan Strategis RI-Korsel 2026: Pertahanan, AI, dan Pengembangan SDM".

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |