Deforestasi Hutan di Jateng Capai 11 Ribuan Hektare dalam 10 Tahun

18 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Tengah (Jateng) mengungkapkan, dalam 10 tahun terakhir, 11.179 hektare hutan di Jateng mengalami deforestasi. Mereka menilai, hal itu berperan dalam berulangnya bencana hidrometeorologi di Jateng. 

Manager Media dan Kampanye Walhi Jateng, Azalya Tilaar, mengungkapkan, banjir telah menjadi bencana tahunan di Jateng. Mengutip data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) 2024-2025, dia mengatakan luasan banjir di Jateng mencapai kurang lebih 297 ribu hektare. Bencana tersebut tersebar di 28 kabupaten/kota di Jateng. 

Azalya menerangkan, berdasarkan kajian Walhi, bencana banjir di Jateng tidak semata-mata disebabkan oleh cuaca ekstrem. Deforestasi turut berperan dalam memicu bencana tersebut. 

"Banjir di Jateng disebabkan laju degradasi lahan dan deforestasi yang masif. Dalam kurun waktu 2014-2024, Jawa Tengah mengalami deforestasi sekitar 11 ribu hektare, terutama di kawasan hutan lindung dan hutan produksi," ungkap Azalya, Sabtu (31/1/2026). 

Dia menambahkan, deforestasi terjadi cukup masif di kawasan hutan lindung dan hutan produksi. "Terutama di tiga kabupaten, yaitu Brebes, Cilacap, dan Grobogan," ujarnya. 

Menurut Azalya, deforestasi dan alih fungsi lahan turut terjadi pada daerah tangkapan air di wilayah hulu. "Itu banyak terjadi tidak lepas dari aktivitas industri dan ekstraktif, dari sektor pertambangan, hak guna usaha perkebunan, izin pinjam pakai kawasan hutan, sampai pembangunan sektor energi," ucapnya. 

Dia berpendapat, kebijakan negara di wilayah hulu akan turut menentukan kondisi si hilir. Terkait hal itu, Azalya menyinggung tentang bagaimana sejumlah wilayah pesisir di Jateng juga kerap diterjang rob. Kerusakan ekosistem di wilayah hulu dinilai akan meningkatkan risiko tenggelamnya daerah di pesisir. 

"Ada pertanyaan reflektif: apakah negara lewat pemerintahnya dapat melakukan pemenuhan dan perlindungan hak-hak warga negara di atas ekologi yang luluh lantak karena bencana yang diakibatkan oleh negara itu sendiri?" kata Azalya.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |