Bisnis Digital di Tengah Kampus dan Industri, Siapa yang Menjemput Siapa?

1 day ago 10

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Dr. Anang Martoyo, Ketua Career Center Cyber University

Dunia kerja terus berubah, dan pendidikan tinggi perlu mengikuti perubahan tersebut. Perusahaan kini mencari talenta yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu membaca perkembangan teknologi, memahami bisnis, dan beradaptasi dengan kebutuhan industri. Kondisi ini membuat hubungan kampus dan dunia kerja semakin penting. Lalu, siapa yang harus lebih dulu bergerak, kampus atau industri?

Di tengah persoalan itu, Bisnis Digital hadir dengan pendekatan yang mempertemukan bisnis dan teknologi. Mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori, tetapi juga perlu mengenal bagaimana pengetahuan tersebut bekerja dalam dunia nyata. Bagi saya, tantangannya bukan sekadar mencetak lulusan yang melek teknologi, melainkan membangun talenta yang benar-benar siap menghadapi perubahan dunia kerja.

Perubahan kebutuhan industri membuat cara pandang terhadap pendidikan tinggi ikut bergeser. Gelar akademik tetap penting, tetapi dunia kerja kini juga melihat kemampuan seseorang dalam menerapkan pengetahuan. Perusahaan membutuhkan talenta yang mampu memahami persoalan bisnis, memanfaatkan teknologi, serta mengambil keputusan berdasarkan kondisi yang terus berubah.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kampus tidak cukup hanya memberikan materi di dalam kelas. Mahasiswa perlu mendapat ruang untuk mencoba, berdiskusi, menyelesaikan persoalan, dan memahami cara kerja industri. Pengalaman seperti ini membantu mahasiswa melihat hubungan antara teori yang mereka pelajari dengan persoalan yang benar-benar muncul dalam dunia kerja.

Di sinilah pendidikan Bisnis Digital memiliki peran yang menarik. Bidang ini mempertemukan dua kebutuhan yang semakin sulit dipisahkan, yaitu pemahaman bisnis dan penguasaan teknologi. Mahasiswa tidak hanya belajar bagaimana sebuah bisnis berjalan, tetapi juga bagaimana teknologi dapat digunakan untuk mengembangkan strategi, membaca peluang, dan menciptakan solusi baru.

Kedekatan dengan industri juga memberi mahasiswa gambaran yang lebih nyata tentang dunia profesional. Mereka dapat memahami bahwa kemampuan digital bukan sekadar soal menguasai perangkat atau aplikasi, tetapi juga tentang bagaimana teknologi membantu menyelesaikan persoalan bisnis. Cara pandang seperti ini penting agar lulusan tidak hanya siap mencari pekerjaan, tetapi juga mampu membaca peluang dan menciptakan nilai di tengah perubahan industri.

Pada akhirnya, kampus dan industri tidak perlu saling menunggu untuk bergerak. Keduanya perlu membangun hubungan yang lebih dekat agar mahasiswa mendapat bekal yang relevan dengan perubahan dunia kerja. Semangat inilah yang perlu hadir dalam pendidikan tinggi, termasuk melalui label 'Shaping Future Digital Leader' yang mendorong mahasiswa untuk tumbuh sebagai talenta yang mampu memahami bisnis, menguasai teknologi, dan melihat peluang di masa depan.

Bagi saya, Bisnis Digital bukan sekadar pilihan program studi, tetapi salah satu ruang untuk mempersiapkan generasi yang mampu menjembatani kebutuhan bisnis dan perkembangan teknologi. Melalui pendekatan pendidikan yang dekat dengan kebutuhan industri, Cyber University terus mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga menjadi talenta yang mampu menciptakan peluang dan memberi kontribusi di tengah perubahan dunia digital.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |